Salah satu alasan utamanya adalah terlalu berisiko jika pemain 31 tahun itu tampil. Kalau dia turun gelanggang dinilai bisa membuat cederanya kumat lagi. ”Saya tidak mau ambil resiko menurunkannya bermain. Karena pertandingan waktu sangat ketat,”kata pelatih Arema FC Javier Roca, kemarin.
Artinya kedua tim sama-sama ngotot untuk menang. Alhasil, dalam 90 menit pertandingan banyak diwarnai duel-duel yang cukup keras antarpemain di lapangan. Tercatat memang ada 26 pelanggaran, 7 kartu kuning keluar dari saku wasit di pertandingan pekan ke sepuluh BRI Liga 1 tersebut.
Abel sendiri sebelumnya mengalami cedera pada hamstringnya pasca laga Arema FC vs Barito Putera (4/9). Kondisi itu membuatnya harus melewatkan banyak latihan tim dan pertandingan melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan (11/9). Karena kondisi sudah cukup bagus, akhirnya diboyong ke Kediri. Namun dia tidak dimainkan.
Lebih lanjut, Roca menilai kompetisi musim ini masih panjang. Jadi harus benar-benar cerdik untuk memasukkan atau memilih pemain tampil. ”Masih banyak pertandingan ke depan. Jadi harus tepat dalam melakukan rotasi,”tutur eks pemain Persija Jakarta dan Persitara Jakarta Utara tersebut. Ke depan memang masih ada 24 pertandingan yang akan dihadapi Singo Edan. Terdekat mereka akan menghadapi Persebaya Surabaya di awal bulan Oktober nanti. (gp/abm) Editor : Mardi Sampurno