Bisa saja saat ini kondisinya bagus. Namun bila diforsir terlalu berlebihan, bisa saja kondisinya nge-drop lagi. ”Jadi tergantung bagaimana leukosit (sel darah putih) di tubuhnya tinggi atau tidak,” kata pria asal Ponorogo tersebut. Karena hal tersebut, Evan masih harus melakukan latihan secara bertahap. ”Tim medis terus memantau perkembangannya,” imbuh alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.
Meski begitu, Reta yakin bila gelandang jebolan Mitra Surabaya itu bisa bermain di laga selanjutnya. Optimisme itu muncul lantaran selama latihan beberapa waktu terakhir, Evan telah menunjukkan perkembangan bagus. ”Saat ini juga masih cukup banyak waktu,” kata dia. Sama dengan Evan, Reta juga menyebut bila Bagas masih harus melakukan latihan secara bertahap. ”Kondisi cederanya sudah membaik. Tapi tetap harus berhati-hati untuk meningkatkan kondisinya,” terang dia.
Pengawasan intensif tetap diberikan kepada Bagas Adi. Dia terus dipantau supaya ketika merasakan sakit bisa langsung diobservasi atau diberikan tindakan. Terpisah, mengenai kondisi saat ini, Bagas Adi mengaku selalu mengikuti anjuran tim medis. ”Saat ini saran dokter tidak boleh sprint full 100 persen,” kata eks pemain Bhayangkara FC itu.
Menurut Bagas, aturan tersebut bertujuan supaya ototnya tidak kembali tertarik lagi. Karena itu, meski gabung dengan latihan tim, dia tetap hati-hati dan terus beradaptasi. ”Harus semangat dan terus termotivasi supaya kembali ke kondisi paling bagus,” kata dia.
Sama seperti Bagas, Evan Dimas juga mengaku terus memburu kondisi ideal. Dia mengaku mempunyai hasrat untuk kembali tampil. ”Insya Allah di laga selanjutnya bisa bermain. Saat ini terus berusaha mengembalikan kondisi,” kata dia. Setelah melewatkan dua laga Singo Edan, dia ingin membantu di laga selanjutnya, yakni melawan Persebaya Surabaya. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno