SOLO – Secara umum performa Arema FC di lanjutan Liga 1 cukup apik. Itu terlihat dari hasil di beberapa laga terakhir. Juga posisi dan raihan poin Singo Edan di klasemen sementara. Selain itu, sejumlah penggawa yang sebelumnya sempat meredup juga sudah kembali moncer. Seperti Evan Dimas dan Renshi Yamaguchi.
Meski mampu menunjukkan performa gemilang, banyak yang menduga bila itu terjadi karena Singo Edan tidak tampil di hadapan penonton. Alhasil, para pemain bisa berlaga dengan lepas karena tidak mendapat tekanan. Ada dua alasan yang menjadi dasar warganet mempunyai pandangan seperti itu. Pertama, karena performa Arema FC saat ini berbanding terbalik dengan sebelumnya, saat kompetisi belum off. Kedua, warganet juga melihat sepak terjang Jhon Alfarizi di kompetisi sistem bubble musim lalu.
Ketika itu, performa Jhon Alfarizi dan kawan-kawan memang cukup istimewa. Mereka mampu ikut bersaing dalam perebutan gelar Liga 1. Lalu juga mencatatkan statistik yang lebih baik dibandingkan musim-musim sebelumnya. Saat itu mereka menjadi klub yang paling sedikit menelan kekalahan, dan akhirnya finish di peringkat keempat. Menanggapi hal tersebut, Pelatih Kepala Arema FC Javier Roca membantah semua tudingan.
Menurutnya, apa yang didapatkan timnya saat ini bukan karena faktor tersebut. Namun karena pemain mau bekerja keras. ”Kami selalu ingin menang di setiap laga,” jelas pelatih asal Chile tersebut. Selain itu, dia juga menyebut bila kunci kemenangan lainnya adalah strategi yang berjalan baik. Baik itu saat menyerang atau bertahan. Lalu pemain juga bisa memaksimalkan memanfaatkan peluang. ”Jadi tidak hubungan dengan ada suporter atau tidak di stadion,” imbuh Roca menegaskan capaian tim karena kerja keras.
Roca mengungkapkan kalau para pemainnya sudah sangat berpengalaman bermain dengan ada atau tidaknya pemain ke-12. Dari sana, dia meyakinkan bila motivasi penggawanya tidak mudah luntur. ”Saya melihat hasil buruk (di laga-laga sebelumnya) itu karena peluang yang kami dapatkan tidak bisa menjadi gol,” kata mantan pelatih Persik Kediri itu. Berangkat dari penjelasan-penjelasan itu, Roca berharap performa timnya bisa dinilai lebih fair.
Sebab, dia menyebut bila skuad Singo Edan mempunyai kualitas, pengalaman, dan selalu berusaha menunjukkan yang terbaik di lapangan. Senada dengan sang pelatih, center back Sergio Silva juga menyebutkan kalau performa timnya tidak datang secara kebetulan. Ada usaha keras yang dilakukan untuk bisa berada pada level saat ini. ”Saya pikir ini karena kami terus bekerja keras setiap hari usai tragedi yang sangat menyedihkan itu,” jelasnya. Sergio juga menyebut bila semua elemen sudah melakukan usaha keras di lapangan. Timnya juga lebih kompak lagi saat ini. Selain itu, motivasi dan kepercayaan diri turut bertambah. ”Kami selalu mempunyai gairah untuk mendapatkan hasil bagus,” tuturnya. Dia turut bersyukur dengan hasil yang didapat timnya sejauh ini. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno