Seperti contohnya Piala Soeratin. Lalu gabung bersama Timnas U-16 sampai U-19. ”Saya terus belajar dari seniorsenior di tim dan berusaha berbuat bagus di latihan,” jelas pesepakbola sempat menimba ilmu di Barito Putera tersebut. Menurutnya, masukan dan usahanya itu turut menambah kepercayaan diri. Selain itu, dia juga semakin mengerti bagaimana rekan-rekannya di tim.
Alhasil, itu memudahkannya untuk menjalin kerja sama di lapangan. Arkhan mengungkapkan kalau pemain-pemain senior di Arema FC sangat terbuka. Mereka tak pelit berbagi ilmu dengannya ”Mereka juga selalu memotivasi saya untuk terus percaya diri saat dengan bola atau tidak,” ucapnya. Selain faktor tersebut, pesepakbola berusia 17 tahun itu mengaku kalau faktor lain yang membuatnya moncer yakni instruksi pelatih. ”Dari situ saya bisa maksimal,” ucapnya.
Sistem permainan dan strategi yang disusun pelatih memudahkan dia memahami perannya di lapangan. Dia mencontohkan untuk bermain dengan instruksi bola pendek. Apabila hal tersebut dijalankan dengan bola panjang, juga akan membuat tim kesulitan. ” Karena Instruksi sudah berdasarkan analisis kekuatan lawan,” paparnya. Dalam beberapa laga terakhir dia sukses menjadi kreator gol Singo Edan. Contohnya ketika Arema FC berhadapan dengan Persis Solo. Kedua ketika mereka melawan Persita Tangerang. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno