BANTUL - Catatan impresif Arema FC akhirnya terhenti. Setelah menang di empat laga terakhir, kemarin sore (20/12) mereka akhirnya menelan kekalahan. Adalah Madura United yang memberikan noda itu. Dua gol yang bersarang ke gawang Maringa turut meng akhiri rekor nir bobol Singo Edan, yang sudah tersaji dalam dua pertandingan beruntun. Secara statistik, sejatinya Singo Edan lebih unggul dalam beberapa aspek.
Namun dalam hal efisiensi, mereka masih kalah. Itu terlihat dari jumlah peluang dan shots on target. Jayus Hariono dan kawan-kawan mendapatkan delapan peluang, enam di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Laskar Sapeh Kerrab-julukan Madura United, mendapat enam peluang, tiga di antaranya tepat sasaran.
Selain itu, Madura United juga terbilang sukses dalam menerapkan sistem pertahanan low block usai unggul dua gol. Cara itu membuat serangan Singo Edan tidak mengalir lancar. Secara umum, pertahanan Madura United kemarin mencatatkan tujuh tackles, 19 intercepts, dan 15 clearances.
Kekalahan kemarin menghadirkan sejumlah catatan kurang baik untuk Singo Edan. Pertama, mereka gagal tembus ke papan atas. Posisi mereka saat ini malah melorot. Dari sebelumnya berada di urutan keenam, kini turun di posisi tujuh. Posisi itu masih bisa be rubah lagi. Jika di laga lainnya Persita Tangerang mampu menang. Sebab tim berjuluk Pendekar Cisadane itu hanya berjarak satu poin saja dengan Singo Edan.
Hasil minor kemarin juga membuat margin poin Arema FC dengan tim-tim di urutan tiga besar makin melebar. Kini terpaut empat sampai enam poin. Kondisi itu patut disayang kan. Sebab di pekan terakhir putaran pertama Liga 1 ini, tim-tim papan bakal bertemu. Misalnya Borneo FC yang ada di posisi ketiga. Mereka akan melawan PSM Makassar yang di peringkat kedua.
Kekalahan kemarin juga membuat Singo Edan gagal melampaui catatan di musim lalu. Sebab saat Eduardo Al meida menukangi Arema FC, mereka juga sempat mencatatkan empat kemenangan beruntun.
Mengenai hasil buruk tersebut, Pelatih Kepala Arema FC membeberkan sejumlah fak tornya. Salah satunya terkait efektivitas timnya dalam memanfaatkan peluang.
”Intinya Madura United bisa membuat gol dan kami tidak,” tutur juru taktik asal Chile tersebut. Dari catatannya, di interval kedua timnya punya tiga peluang yang harusnya bisa dimaksimalkan. Pertama, lewat aksi Dedik Setiawan. Sayangnya bola masih membentur tiang. Kedua lewat peluang Irsyad Maulana. Ketiga lewat aksi Hanis Saghara, yang tembakannya berubah arah, namun bisa diblok kiper Madura United Rendy Oscario.
Dalam pertandingan tersebut Roca membantah alasan kekalahan timnya akibat kekalahan. ”Mau capek atau tidak, apabila kami membuat kesalahan, pasti mempunyai efek kepada tim,” tegas eks pemain Persija Jakarta itu. Ya, gol yang bersarang ke gawang Arema FC memang buah dari kesalahan Singo Edan.
Misalnya gol pertama Madura United yang dibuat Beto Goncalves dari titik putih. Itu terjadi karena sebelumnya ada keterlambatan lini belakang Arema FC dalam mengcover pergerakan pemain Madura United. Sedangkan gol kedua yang dibuat Lulinha berawal dari lolosnya Reva Aditama dari penjagaan pemain belakang.
Mantan Persebaya Surabaya itu mampu menembus kuartet pertahanan Arema FC, sebelum akhirnya memberikan umpan kepada pemain asal Brazil itu. Meski ada kesalahan yang dibuat skuadnya, Roca tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya. ”Kami akan segera lupakan (hasil), dan fokus untuk perbaikan,” paparnya.
Sementara itu, pemain muda Arema FC Arkhan Fikri menyebut bila timnya kurang beruntung. Menurut dia, di babak pertama dan kedua sebenarnya sudah ada peluang, namun tidak berbuah gol. ”Kami juga kurang fokus dan akhirnya kecolongan,” kata dia. Sebagai informasi, kekalahan dari Madura United kemarin ju ga membuat Arema FC mengakhiri dominasi dari kese belasan asal Pulau Garam itu. Sebelumnya, dalam empat laga terakhir, Bagas Adi Nu groho dan kawan-kawan selalu menang. Sementara itu, mengenai hasil bagus yang didapatkan tim nya, Pelatih Madura United Fabio Araujo Lefundes mengaku bila timnya sempat kesusahan. Khususnya di interval pertama. ”Tim kami tidak tampil sesuai rencana di babak pertama,” terang dia kepada awak media.
Selain itu, dia juga menyebut bila taktik Arema FC yang kerap melakukan overlap cukup menyusahkan. Cara itu membuat penetrasi Singo Edan sering menghadirkan ancaman. ”Tapi, kami bersyukur hari ini (kemarin) Rendy Oscario tampil bagus,” paparnya.
Alhasil, beberapa peluang yang dibuat Arema FC di babak pertama tidak ada yang berbuah gol. Dari catatan koran ini, mantan kiper Persita Tangerang itu membuat tiga sampai empat save krusial sepanjang laga.
Berangkat dari itu, di babak kedua Fabio mencoba untuk menghadirkan permainan yang berbeda.
Salah satunya dengan bermain compact defend. Timnya lebih banyak menunggu di garis pertahanan. ”Kami berusaha tidak membuat banyak ruang untuk mereka, dengan tidak mengikuti pergerakan pemain yang masif,” ucapnya.
Taktik tersebut berjalan baik. Sebab di babak kedua timnya bisa meredam agresivitas Singo Edan dalam membangun se rangan. Lewat strategi itu, timnya juga mendapatkan beberapa momentum untuk counter attack dan menciptakan peluang. ”Kami mendapat situasi bisa berlari di belakang pemain mereka,” ucapnya. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno