Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sinyal Kembali Bermarkas di Bantul

Mardi Sampurno • Sabtu, 31 Desember 2022 | 17:25 WIB
KEMBALI KEBANTUL: Achmad Figo (kanan) berduel dengan pemain Madura United Dodi Alekvan di Stadion Sultan Agung Bantul, 20 Desember lalu. Manajeman Singo Edan sudah mendaftarkan Stadion Sultan Agung sebagai markas tim untuk mengarungi putaran kedua BRI Lig
KEMBALI KEBANTUL: Achmad Figo (kanan) berduel dengan pemain Madura United Dodi Alekvan di Stadion Sultan Agung Bantul, 20 Desember lalu. Manajeman Singo Edan sudah mendaftarkan Stadion Sultan Agung sebagai markas tim untuk mengarungi putaran kedua BRI Lig
Manajemen Daftarkan Stadion Sultan Agung untuk Homebase

Malang Kota - Teka-teki stadion yang digunakan Arema FC untuk homebase di putaran kedua BRI Liga 1 mulai terungkap. Tim Singo Edan rupanya mempunyai rencana kembali bermarkas di Jogjakarta. Stadion Sultan Agung Bantul yang sempat menjadi markas mereka di lanjutan kompetisi lalu disebut menjadi pilihan mereka.

Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno mengungkapkan Arema FC sudah mengajukan Stadion Sultan Agung Bantul ke operator liga. ”Surat terakhir sudah kami dapatkan dari Arema FC. Mereka ingin menggunakan stadion tersebut (Sultan Agung Bantul, red),” kata pria asal Lumajang tersebut.

Menurutnya, niatan Arema FC menggunakan markas Persiba Bantul tersebut sudah ada sejak pertengahan bulan Desember. Atau ketika tim masih bermain pada putaran pertama lanjutan BRI Liga 1 lalu. Saat itu bertepatan LIB meminta seluruh kontestan Liga 1 untuk mendaftarkan stadion yang akan digunakan untuk putaran kedua.

Lebih lanjut, Sudjarno mengungkap kalau saat ini stadion-stadion masih menjalani proses verifikasi. Dalam catatannya akan ada belasan stadion yang akan ditinjau ulang. ”Nantinya ada penilaian ulang terhadap stadionstadion di Indonesia,” paparnya. Ini dilakukan agar pertandingan BRI Liga 1 mendatang bisa berjalan dengan aman.

Sementara itu, saat dikonfirmasi kemarin (30/12) manajemen Arema FC tidak membantah tentang niatan menggunakan Stadion Sultan Agung Bantul pada putaran kedua mendatang. ”Kami sudah mengajukannya ke operator kompetisi,” ungkap Manajer Singo Edan Wiebie Dwi Andriyas.

Menurutnya ini langkah cepat klub demi menyosong putaran kedua. Mengenai pemilihan Stadion Sultan Agung Bantul, dia menilai kalau ada sejumlah pertimbangan yang menjadi dasarnya. Salah satunya adalah memenuhi persyaratan homebase yang bisa digunakan Singo Edan pasca mendapatkan hukuman Komisi Disiplin PSSI pada bulan Oktober lalu.

Seperti diketahui mereka hanya bisa bermain laga home di stadion yang jaraknya minimal 250 kilometer dari Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Selain itu nantinya Arema FC wajib menggelar pertandingan tanpa suporter. Apabila dihitung jarak Stadion Sultan Agung Bantul dengan Stadion Kanjuruhan bisa dibilang memenuhi persyaratan tersebut.

Sebab, jaraknya kedua stadion tersebut adalah 426 Kilometer. Meski begitu, Wiebie menyebut belum mendapatkan kepastian apakah nanti bisa menggunakan Stadion Sultan Agung Bantul apa tidak. Sebab, sampai saat ini manajemen Arema masih menunggu hasil verifikasi stadion terlebih dahulu. ”Kami masih menunggu persetujuan dari PT LIB,” ungkap Owner NZR Grup tersebut.

Tapi, pada masa menunggu hasil verifikasi tersebut bapak dua anak itu mengungkapkan kalau manajemen tidak tinggal diam perihal homebase pada putaran kedua. Menurutnya opsiopsi stadion lain tetap disiapkan. Tujuannya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yaitu Stadion Sultan Agung Bantul tidak lolos verfikasi dari PT LIB. (gp Editor : Mardi Sampurno
#Teka-teki stadion #malang kota #digunakan Arema FC untuk homebase #putaran kedua bri liga 1