Salah satunya dari masukan banyak stakeholder. Seperti diketahui sebelumnya, kalangan suporter, klub lokal, dan masyarakat di sana telah menolak Arema FC untuk bermarkas di Bantul. Mereka menganggap Singo Edan tidak etis menggunakan stadion yang pemiliknya batal tampil di kompetisi Liga 3. ”Stadion Sultan Agung ini dibangun untuk kepentingan masyarakat di Bantul,” kata Isdarmoko, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Bantul dalam pers rilisnya. Dia menyebut bila pihaknya sudah berkomunikasi pihak keamanan dan Bupati Bantul. Setelah itu diputuskan bila izin tak dikeluarkan. Kabar itu menambah panjang cerita penolakan yang dialami Arema FC.
Sebelumnya, saat lanjutan Liga 1, Desember 2022 lalu, Singo Edan juga mendapatkan penolakan saat hendak tampil di Magelang. Saat dikonfirmasi terkait kabar baru itu, manajemen Arema FC enggan berkomentar banyak. ”Nanti saya kabari lagi tentang itu, ditunggu ya Mas,” kata Manajer Arema Wiebie Dwi Andriyas. Dia menyebut bila pihaknya masih fokus menggelar kegiatan 100 hari tragedi Kanjuruhan. Berangkat dari hal tersebut, Arema FC belum memikirkan rencana selanjutnya jika tidak bisa berkandang di Stadion Sultan Agung. Dia hanya berharap yang terbaik untuk kandang tim Arema FC pada putaran kedua. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno