Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Batal Tampil di PON, Sukses Bawa Anak Asuh Juara di SEA Games

Mardi Sampurno • Rabu, 25 Januari 2023 | 19:30 WIB
BERTANGAN DINGIN: Onny Chandra Sofie memimpin latihan atletatletnya di Stadion Gajayana, kemarin sore (24/1). - DARMONO/ radar malang
BERTANGAN DINGIN: Onny Chandra Sofie memimpin latihan atletatletnya di Stadion Gajayana, kemarin sore (24/1). - DARMONO/ radar malang
Ada nama Onny Chandra Sofie di balik rentetan prestasi atlet atletik Kota Malang. Sebelum sukses sebagai pelatih, ada kisah haru saat dia menjadi atlet. Itu menjadi salah satu motivasinya dalam menggembleng bibit-bibit muda.

Sebab ibu satu anak itu lebih kalem dan banyak bercanda. Menurut perempuan yang setiap hari bekerja di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang itu, tegas dan serius saat latihan sudah menjadi hal wajib. Sebab, pembentukan karakter seorang atlet diawali dari proses latihan.

”Apabila pelatihnya lembek, tentunya susah menghasilkan atlet yang bermental tangguh,” kata dia. Meski begitu, Onny mengaku tetap memperhatikan psikis atlet. Dia tetap berusaha merangkul anak didiknya, dan membuat mereka merasa nyaman. Salah satu treatment yang sering dia lakukan yakni mengajak atlet makan sampai nonton film bersama.

Dalam perjalanannya, apa yang dilakukan perempuan kelahiran Malang itu terbukti cukup manjur. Sudah banyak atlet berprestasi yang dia telurkan. Salah satu contohnya Atjong Tio Purwanto. Dia ikut membentuk pria kelahiran 17 Oktober 1992 itu dari sebelumnya tukang adu burung dara, menjadi juara nomor lari halang rintang 3.000 di SEA Games 2017.

Pada 2021 lalu, Atjong juga sukses meraih medali perunggu SEA Games. Selain Atjong, atlet lain yang dibantunya berprestasi adalah Ogsa Agfreansa. Pelari 100 meter putra itu sempat mendapatkan medali perak di Asian Atletik Remaja di Doha Qatar.

Sedangkan capaian atlet didikannya yang terbaru terjadi di Energen Champion SAC National Championship 2023. Ajang yang mempertandingkan atlet-atlet SMA itu terselenggara 13 Januari lalu. Ada empat medali yang didapatkan anak asuhnya. Rinciannya adalah satu emas, satu perak, dan dua perunggu. Salah satu nomor yang berhasil dimenangkan yakni lompat jauh putri, atas nama Aurelia Ramadhani. Dia mendapatkan medali perak.

Lalu ada Farrel Wijayanto yang mendapat perunggu di nomor lompat jauh putra. Selanjutnya ada Dihanis Arsita, yang mendapatkan emas di nomor lari 100 meter putri. Sedangkan satu perunggu didapat dari nomor estafet 4 x 100 meter. Pelatih berusia 52 tahun itu mengakui bila membentuk atlet berprestasi tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Ada proses panjang yang dilaluinya. Pertama dia harus sabar dan konsisten. Sebab, formula yang digunakan adalah menanam dan memanen. Karena itu lah, Onny hampir selalu melatih atlet mulai sang atlet masih SD. ”Jadi kami harus telaten melatih, menjaga semangatnya, sampai tidak jarang mencari bakatnya di mana,” kata dia.

Itu karena banyak orang tua yang memasukkan anaknya ke atletik supaya tidak hanya main HP saja. Onny percaya, tidak ada yang instan dalam olahraga. Menurutnya, apabila ingin berprestasi, maka wajib bekerja keras. Selain itu juga terus continue dalam menempa diri. ”Saya percaya prestasi itu dibentuk bukan hanya mengandalkan bakat saja,” tuturnya.

Dia mengaku sebelum sampai pada titik seperti saat ini, dia juga harus menjalani latihan keras. Seperti harus lari bolak-balik 300 meter saat menjalani tambahan latihan di tim. Berangkat dari hal itulah, dia juga ikut berjuang saat membentuk anak asuhnya. Salah satunya dengan merogoh kocek pribadi untuk melengkapi fasilitas latihan. Sampai menyediakan tempat menginap. ”Saya itu yang penting anak-anak bisa berprestasi sudah menjadi hal yang membanggakan dan menyenangkan,” tutur anak ketiga itu. Dia mengaku seperti menemukan sebongkah emas ketika mampu membawa atletnya berprestasi.

Karakter Onny yang selalu total dalam dunia atletik itu juga dipengaruhi pengalaman pahitnya saat masih menjadi atlet. Alhasil, dia menganggap keseriusan adalah bentuk syukurnya karena bisa kembali ke olahraga tersebut. Ya, dunia atletik memang sudah digeluti Onny Chandra Sofie sejak SD. Kariernya sebagai atlet terhenti di tahun 1993. Saat itu, dia mengalami kecelakaan dari motor, dan membuat dia didiagnosis tidak bisa menggeluti olahraga itu lagi. Akibatnya, dia harus rela untuk pensiun lebih cepat dari dunia tersebut.

Awal-awal berada pada momen itu, perempuan kelahiran Malang 1971 tersebut hanya bisa menyesal. Sebab dia harus membuang kesempatan tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIII, yang diadakan di Jakarta. ”Bagaimana tidak sedih, momen kecelakaan saat itu bertepatan dengan pemberangkatan atlet untuk PON,” tuturnya.

Menurutnya dia kecelakaan saat pagi hari kala mau berangkat ke terminal Arjosari untuk menuju Surabaya. Akibatnya, dia juga sempat koma selama dua minggu. Itu terjadi karena ada benturan pada bagian kepalanya. Kecelakaan saat itu juga membuat kakinya menjadi tidak ideal lagi untuk digunakan berlari.

Menghadapi jalan yang terjal seperti itu, dia hanya bisa terus berdoa. Lalu sebagai pengobat rasa kecewa dengan kegiatankegiatan lain. Salah satu aktivitas yang dia pilih ketika itu adalah bekerja. Meski mampu menjauh dari dunia atletik, namun dalam perjalanan Onny tidak bisa jauh dari atletik.

Setelah empat tahun pasca tragedi nahas itu, akhirnya dia kembali. ”Ada perasaan kerinduan yang sangat kuat,” kenang dia. Seiring berjalannya waktu, dari sering ke Stadion Gajayana untuk melihat latihan, dia mendapatkan tawaran sebagai pelatih. Pelatihnya terdahulu yang memberikan rekomendasi kepada dirinya.

Alhasil, pada 1997, dia memulai karier barunya itu. Berbekal pengalaman sebagai atlet dan kemauan belajar, dia berusaha memoles bakat-bakat muda untuk menjadi atlet Kota Malang yang berprestasi.

Dia memulai babak baru itu dengan menjadi asisten pelatih. Lalu pada tahun 2011, Onny mengambil kursus lisensi kepelatihan. Dimulai dari level nasional sampai internasional. Saat ini, secara spesifik ada dua nomor sertifikat kepelatihan yang dipegang Onny. Pertama lari, untuk semua kategori. Mulai dari 100 meter putra dan putri, hingga lari estafet. Sedangkan untuk nomor lompat, ada lompat jauh dan tinggi yang dia pegang. (*/by) Editor : Mardi Sampurno
#Onny Chandra Sofie #atlet atletik #dispora #bibit muda #Kota Malang #Pelatih