Pelatih Arema FC I Putu Gede mengungkapkan, salah satu fokus evaluasi timnya terkait transisi. Menurutnya, kemampuan pemain mengubah skema menyerang ke bertahan belum sempurna. ”Kami harus lebih baik pada saat itu (transisi, red), karena di sepak bola itu penting,” ucapnya.
Baca Juga : Arema FC Kalah 0-2 Lawan Persija, Makin Jauh dari Lima Besar
Putu menjelaskan, kekurangan dalam transisi berpotensi menghadirkan celah yang bisa dimanfaatkan lawan. Sebab, umumnya ketika terjadi counter attack, pemain di daerah bertahan tidak banyak. Alhasil, itu bakal menyulitkan skuadnya. Terlebih jika tim lawan mempunyai pemain-pemain yang cepat.
pertandingan melawan Persija Jakarta lalu, gol kedua tim ibu kota menjadi salah satu gambaran pentingnya transisi. Saat itu, Arema FC kehilangan bola di lini tengah, dan kesulitan melakukan antisipasi. Akibatnya terjadi duel tiga vs tiga pemain di area pertahanan Singo Edan.
Selain transisi itu, skema Dendi Santoso dkk saat bertahan ke menyerang juga perlu ditingkatkan. Sebab, para pemain dinilai terlalu tergesa-gesa saat mempunyai momentum serangan balik. ”Kami masih kurang tenang kemarin itu,” tambah mantan pemain Timnas era 2000-an tersebut.
Baca Juga : Perbaiki Statistik Kiper, Pelatih Arema FC Maksimalkan Proses Analisis
Mantan pelatih PSS Sleman itu ingin para pemain lebih solid saat bertahan. Namun, juga bisa cepat dan terstruktur ketika melakukan serangan ke area lawan. Selain hal tersebut, kebugaran para pemain juga menjadi perhatian Putu. Menurutnya, kondisi pemain sering menurun ketika masuk pada menit-menit akhir. ”Akibatnya konsentrasi pemain mengendur,” ucapnya.
Sementara itu, para pemain Singo Edan memilih untuk tidak meratapi hasil minor di laga sebelumnya. ”Kami akan banyak belajar dari hasil lalu,” kata gelandang Jayus Hariono. Menurutnya para pemain akan berusaha mendapatkan hasil yang lebih baik lagi di laga selanjutnya. ”Dari pemain keinginannya tentu tiga poin,” imbuh pemain asal Kabupaten Malang itu. (gp/by)
Editor : Bayu Mulya Putra