BEKASI - Penggawa Singo Edan wajib percaya diri saat berhadapan dengan Barito Putera nanti sore. Itu karena dalam beberapa pertemuan terakhir, Arema FC selalu perkasa saat berjumpa tim berjuluk Laskar Antasari itu.
Juga selalu dominan ketika bertemu tim yang diasuh Rahmad Darmawan. Terakhir kali Singo Edan kalah dari tim yang dibesut Rahmad Darmawan terjadi pada Liga 1 musim 2019.
Saat itu, RD-sapaan karib Rahmad Darmawan, menukangi Persikabo 1973. Setelah itu, Arema FC selalu menang saat melawan tim yang dibesut RD. Baik itu Madura United, Barito Putera, dan Rans Nusantara.
Sementara itu, kemenangan terakhir Barito Putera saat berhadapan dengan Arema FC terjadi pada putaran kedua Liga 1 2019.
Setelah itu, mereka selalu menuai kekalahan atau hasil imbang ketika bersua Singo Edan. Selain Arema FC, pelatih I Putu Gede juga mempunyai catatan bagus saat melawan Barito Putera.
Momentum tersebut terjadi saat pelatih berusia 49 tahun tersebut menjadi arsitek Tim PSS Sleman. Saat itu, Laskar Antasari yang dilatih Rahmad Darmawan sukses dikalahkan dengan skor 1-0.
Baca Juga : Lawan Barito Putera, Arema FC Kembali Berkandang di Stadion PTIK.
Meski mempunyai modal bagus untuk laga nanti sore, kubu Arema FC tidak merasa di atas angin.
Mereka tetap menaruh kewaspadaan tinggi kepada kesebelasan yang identik dengan kostum warna kuning itu.
”Kami tidak boleh meremehkan mereka. Saya lihat hadirnya pelatih baru (Coach RD) juga membawa efek bagus untuk Barito,” tutur Putu Gede.
Menurutnya, Bayu Pradana dkk saat ini juga dalam situasi yang positif. Mempunyai gairah dan semangat baru.
Karena itu, Putu yakin bila Barito Putera bakal tampil lebih spartan lagi untuk mendapatkan kemenangan.
”Terbukti pada laga sebelumnya mereka bisa langsung menang telak,” imbuh mantan pemain Timnas tahun 2000-an itu. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Ya, tim asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu sebelumnya sukses menang dengan skor 4-1 atas Rans Nusantara. Itu menjadi kemenangan terbesar mereka di musim ini.
Berangkat dari itu, Putu mengungkapkan kalau pihaknya sudah mewanti-wanti pemainnya agar menjaga konsentrasi sepanjang laga. Sekali kesalahan, maka itu bisa berakibat fatal untuk timnya.
”Sejak menit awal kami harus waspada,” tutur mantan pelatih Perseru Serui itu. Putu ingin timnya bermain dengan cara yang berbeda.
Dia tidak ingin kesalahan kala menghadapi Persija Jakarta terulang. Seperti transisi yang berjalan kurang baik.
Dalam persiapan melawan Barito Putera, Putu mengaku kalau timnya sudah mengasah banyak hal. Selama tiga hari, semua aspek ditingkatkan.
Mulai dari evaluasi, mengasah finishing, sampai menyiapkan antisipasi terhadap kelebihan lawan.
Baca Juga : Imbas Laporan Arema, Panpel Barito Kena Denda.
”Kami sudah berusaha menguatkan diri dengan melakukan sejumlah pembenahan,” ucapnya.
Sedangkan terkait rekor pertemuan yang bagus, dia menyebut bila itu tidak bisa dijadikan patokan. Sebab, situasi saat pertandingan diprediksi bakal berbeda dari sebelumnya.
Sementara itu, pemain Arema FC Gian Zola mengaku turut mewaspadai banyak hal dari tim lawan.
Salah satunya yakni potensi yang dimiliki center back Barito Putera Renan Alves. ”Kami harus mewaspadai dia. Khususnya saat ada bola mati.
Karena seringkali dia mencetak gol dari situasi itu,” papar mantan penggawa Persib Bandung itu.
Pemain asal Brazil tersebut memang berbahaya ketika berada pada situasi bola mati.
Tercatat dia sudah membuat lima gol dari proses tersebut. (Bersambung ke halaman selanjutnya)
Pada pertemuan sebelumnya, Renan juga sukses membobol Singo Edan lewat tendangan bebas.
Dalam laga tersebut, kakak dari Beckham Putera itu memastikan bila semua aspek untuk bisa mendulang tiga poin sudah disiapkan tim pelatih.
”Bagaimana kami melawan mereka, sampai membongkar pertahanan lawan, sudah disiapkan,” ucapnya.
Meski sebelumnya mendapat hasil minor, Pelatih Barito Putera Rahmad Darmawan menyebut bila Singo Edan tetap berbahaya.
”Karena Arema punya pemain dengan kemampuan individu yang bagus,” kata RD, sapaannya.
Mantan pelatih timnas tersebut ingin skuadnya bermain dengan penuh semangat.
Seperti yang ditunjukkan pada laga sebelumnya. ”Kami harus menjaga motivasi seperti laga terakhir kami,” imbuhnya.
Spirit tinggi juga diperlukan karena Barito Putera hanya punya recovery dua hari saja.
Dalam pertandingan nanti, RD mengaku mendapatkan sejumlah tambahan amunisi. Salah satunya yakni center back Yuswanto Aditya.
Sebelumnya, pemain itu harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning. (gp/by) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana