Alasannya, karena sikap itu tidak menjunjung hal-hal positif di sepak bola. Lalu, cara itu juga bisa menjadi contoh yang kurang baik untuk pemain-pemain muda di Indonesia. ”Kesannya para pemain itu bersandiwara apabila mengulur-ulur waktu. Tentunya bukan cerminan sikap fair play,” kata Putu Gede.
Apabila timnya menang, dia ingin kemenangan didapatkan dengan cara yang baik dan terhormat. Lebih lanjut, dia mengaku selama melatih Arema FC beberapa pekan ini, pesan untuk menjaga fair play terus ditekankannya. Karena itu, di laga melawan Persib Bandung, dia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Sebab pada pertandingan itu tim lawan cenderung mengulur waktu. Khususnya di babak kedua, saat Persib sudah unggul satu gol. ”Harusnya bila ingin mempertahankan keunggulan ada cara-cara yang lebih baik lagi,” katanya.
Salah satu contohnya yakni melakukan pengusaha bola. Atau berusaha membuat lawan kesulitan untuk mendapatkan bola. Dengan cara itu, ancaman ke gawang bisa tereduksi. Dan, poin-poin tentang fair play tetap terjaga. (gp/by)
Editor : Bayu Mulya Putra