Berdasar catatan koran ini, empat laga terakhir mereka main di sana, tidak ada satu pun yang berujung kemenangan. Pada musim ini, tercatat Singo Edan menelan dua kali kekalahan saat menjalani pertandingan di stadion tersebut. Pertama kalah dari PSM Makassar. Kedua takluk dari Persik Kediri, beberapa waktu lalu.
Mengenai rekor di Stadion PTIK, Manajemen Arema FC berharap hal tersebut tidak dijadikan beban oleh para pemain. ”Jangan berpikir sudah kalah (sebelum bertanding). Catatan sebelumnya harus jadi penyemangat untuk lebih baik,” kata Manajer Arema FC Wiebie Dwi Andriyas.
Menurutnya, Abel Camara dan kawan-kawan harus merasa tertantang untuk mendapatkan kemenangan. Bukan sebaliknya. Dia menyebut bila hal itu merupakan sikap profesional dan kompetitif sebaik atlet. ”Mereka bertanding membawa nama besar Arema,” ucapnya
Bapak tiga anak tersebut menilai sejatinya tidak ada yang salah dengan Stadion PTIK. Sebab, tim lawan juga bermain di tempat yang sama. Merasakan kondisi rumput, suasana, dan cuaca yang sama. Alhasil, jika hasilnya kurang baik, bukan tempat yang menjadi penyebabnya.
Beranjak dari itu, Wiebie optimistis dengan pertandingan besok. ”Semua bekerja keras di latihan usai hasil kekalahan pada laga sebelumnya,” tutur mantan manajer bisnis PSMS Medan tersebut. Dalam laga besok, hasil bagus bakal penting untuk Singo Edan.
Sebab apabila kalah lagi, itu akan memperpanjang catatan minor mereka. Seperti diketahui bersama sebelum Singo Edan sudah menelan dua kekalahan beruntun. (gp/by)
Editor : Bayu Mulya Putra