Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

I Putu Gede Terganjal Lisensi

Indra Andi • Jumat, 10 Maret 2023 | 18:46 WIB
Pelatih Arema FC I Putu Gede Dwi Santoso pada laga melawan Rans Nusantara FC di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/2/2023). HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS
Pelatih Arema FC I Putu Gede Dwi Santoso pada laga melawan Rans Nusantara FC di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/2/2023). HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS
JAKARTA – Sejarah baru tercipta. Untuk pertama kali Singo Edan melakukan empat kali pergantian pelatih dalam semusim.

Terbaru, posisi Pelatih Kepala Arema FC diemban Joko 'Gethuk' Susilo. Dia menggantikan posisi yang akan ditinggalkan I Putu Gede.

Bergabungnya Gethuk ibarat nostalgia lama. Sebab mantan juru taktik Persik Kediri itu sering masuk tim kepelatihan Singo Edan.

Contohnya tersaji di musim 2018 lalu. Saat itu dia juga dipercaya menjadi pelatih kepala.

Pada Liga 1 musim 2017, Gethuk dia memainkan dua peran berbeda dalam satu musim. Pertama menjadi asisten pelatih. Kedua menjadi pelatih caretaker.

Itu setelah Aji Santoso mundur sebelum putaran kedua kompetisi Liga 1. Berangkat dari pengalaman itu, Gethuk sudah cukup banyak makan banyak asam garam di Arema FC.

|Baca Juga :

Pelatih Arema FC Optimistis Duet Abel-Dedik Bisa Bertaji

Mengenai kabar bergabungnya Gethuk, Manajer Arema FC Wiebie Dwi Andriyas menyebut ada dua hal yang melatarbelakangi.

Pertama karena lisensi Gethuk cocok untuk kompetisi kasta tertinggi di tanah air. Kedua karena dia dinilai sebagai sosok yang cukup memahami kultur tim.

”Intinya Coach Joko dan Putu itu legenda Arema. Karena itu diharapkan bisa memberikan efek positif untuk tim,” tuturnya. (Bersambung di halaman selanjutnya)

 



Berangkat dari poin itu, meski posisi Putu Gede diganti, keduanya bakal berkolaborasi. Putu Gede menjadi asisten pelatih.

Keputusan itu harus diambil karena sejak awal Putu tidak bisa mengisi posisi kursi pelatih kepala Arema FC.

Alasannya karena lisensi kepelatihannya belum memenuhi standar Liga 1. Dia masih mengantongi lisensi AFC A. ”Sesuai aturan harus lisensi AFC A Pro,” tambah Wiebie. Alasan itu lah yang membuat status Putu sebelumnya adalah pelatih caretaker.

Sementara itu, General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengakui bila timnya butuh sentuhan striker Singo Edan era Galatama itu.

”Kita semua tahu bagaimana perjalanan Coach Joko, dia kembali dengan pengalaman yang sudah matang,” ucapnya.

|Baca Juga :

Hadapi Dewa United, Waktunya Arema FC Perbaiki Rekor di Stadion PTIK

Masuknya Joko Susilo juga diharapkan bisa mengembalikan karakter Arema FC. ”Hal penting yang perlu dibangun saat ini adalah mengembalikan karakter tim,” tambah Inal, sapaan karibnya.

Di tempat terpisah, Gethuk mengungkapkan beberapa alasan mau gabung Arema FC lagi. Salah satunya karena visi-misi tim yang klop dengan dirinya. (Bersambung di halaman selanjutnya)



”Intinya ada pada komunikasi,” terang dia kepada koran ini kemarin (9/3).

Kurang lebih dari satu bulan terakhir, dia mengakui bila komunikasi dengan manajemen cukup intens. Begitu pula dengan komunikasi bersama I Putu Gede.

Itu cukup membuat dia yakin bergabung Singo Edan lagi.

Gethuk juga memastikan diri siap dengan tantangan yang ada. Seperti diketahui, dia masuk saat kondisi tim tidak ideal dan harus bertanding di tempat netral.

|Baca Juga :

Empat Algojo Tendangan Bebas Singo Edan Terus Di-Dril

”Saya beberapa kali di tim Arema saat sulit. Kami selalu bisa mengatasi situasi-situasi saat itu,” tutur bapak dua anak. Karena itu dia cukup yakin bisa mengatasi situasi tim saat ini.

Di awal-awal, target untuk dia tidak muluk-muluk. Dia diminta untuk mengembalikan tim ke jalur kemenangan lagi.

Seperti diketahui, performa Singo Edan memang belum konsisten sejak tragedi Kanjuruhan. Kontraknya bersama Arema FC akan berlaku sampai akhir musim ini. (gp/by) Editor : Indra Andi
#Arema FC #I Putu Gede #lisensi AFC A Pro