Pertama, Singo Edan akan melawan Madura United, 7 April nanti. Empat hari berselang, mereka akan melawan Persebaya Surabaya. Setelah itu, musim ini akan ditutup dengan melawan Bhayangkara FC pada 15 April.
Mengenai tantangan tersebut, para pemain Arema FC mengaku siap. Mereka bertekad untuk bisa menutup musim ini dengan sebaik mungkin. ”Pertandingan sisa harus dijalani dengan maksimal. Sebagai modal untuk menatap musim depan,” jelas center back Arema FC Joko Susilo.
Dia percaya bila timnya banyak mendapatkan hasil positif, itu akan membuat pemain lebih bersemangat lagi. ”Karena umumnya di setiap tiga poin yang didapatkan, akan muncul sebuah kepercayaan diri,” tambah mantan pemain PSMS Medan itu.
Selain dihadapkan dengan tantangan dari kubu lawan, Singo Edan juga akan berada dalam bayang-bayang rekor minor. Statistik mereka saat berstatus tim tamu di musim ini tak begitu cemerlang. Tercatat, dari 14 kekalahan yang dirasakan sejauh ini, 7 di antaranya dirasakan saat mereka berstatus sebagai tim tamu.
Selain itu, duel melawan Madura United dan Persebaya juga bakal memberikan tantangan sendiri. Jayus Hariono dan kawan-kawan tercatat sering kesulitan saat melawan sesama tim dari Jawa Timur. Dari empat laga sebelumnya, mereka kalah tiga kali kalah, dan hanya sekali menang. Hasil negatif terakhir saat melawan tim asal Jawa Timur didapatkan saat mereka berhadapan dengan Persik Kediri. Bermain di Stadion PTIK, Jakarta, Singo Edan tumbang dengan skor 2-3.
Senada dengan Joko, kiper Arema FC Adilson Maringa tidak melihat siapa yang akan menjadi lawan. Sebab, timnya harus berusaha fokus untuk mendapatkan hasil maksimal. ”Setiap laga bakal tidal mudah. Tapi, kami harus percaya bisa mengatasinya,” tuturnya.
Bila skuadnya pesimistis, dia khawatir itu akan memberatkan langkah timnya. Maringa sendiri melihat kalau saat ini timnya juga terus berproses dengan baik. ”Kami selalu ingin yang terbaik,” tambahnya. Karena itu, dia memastikan tidak ada masalah penyesuaian dengan pelatih baru. (gp/by)
Editor : Bayu Mulya Putra