Dihadapkan situasi tersebut, Pelatih Kepala Arema FC Joko Susilo melihat bila rekor tersebut bukan sebuah masalah. Baginya, yang terpenting saat ini adalah kesiapan skuadnya. ”Yang perlu kami pikir adalah bagaimana persiapan sebelum laga tersebut,” kata mantan pemain Arema era Galatama itu.
Pria yang akrab disapa Gethuk itu ingin Jayus Hariono dkk maksimal pada laga tersebut. ”Dari proses persiapan, kami bisa mengelola fisik pemain sampai menganalisis bagaimana kekuatan lawan,” papar pria asal Cepu, Jawa Tengah tersebut.
Karena itulah, usai laga melawan Madura United, timnya langsung bergegas meninggalkan pulau garam. Itu menjadi bagian dari usaha dari tim pelatih untuk memaksimalkan proses recovery. Seperti diketahui, Abel Camara dkk hanya punya jeda tiga hari saja sebelum laga itu.
Persiapan maksimal memang diperlukan untuk menyambut laga itu. Karena di musim ini Persebaya bukanlah kesebelasan yang bisa diremehkan. Mereka mempunyai rekor positif saat berhadapan dengan tim-tim asal Jawa Timur. Dari lima pertemuan, hanya sekali saja mereka merasakan kekalahan.
Mengenai calon lawannya, Gethuk tidak mau banyak berkomentar. Yang pasti menurutnya, Persebaya juga akan melakukan persiapan sebaik mungkin untuk laga itu. ”Kedua tim pasti mempunyai motivasi lebih. Itu bisa lihat dari laga-laga sebelumnya di tempat netral,” tuturnya.
Ya, pada laga sebelumnya, kedua tim selalu tampil all-out untuk memetik tiga poin. Sementara itu, mengenai laga tersebut, gelandang muda Arkhan Fikri melihat kalau tempat tidak akan berpengaruh dengan semangat kedua tim. Dia yakin masing-masing tim akan berusaha untuk mengalahkan. ”Satu yang pasti, kami harus siap untuk pertemuan itu,” jelasnya.
Pemain Timnas U-20 itu menyebut rekor pertemuan tidak bisa dijadikan pegangan. ”Karena ada banyak perubahan di masing-masing tim,” ucapnya. Saat ini, dia fokus untuk recovery usai laga melawan Madura United. (gp/by)
Editor : Bayu Mulya Putra