Dikartu Merah di Bench, Sempat Hantam Pemain Thailand
Pesepak bola asal Kepanjen, Titan Agung Bagus Fawwazi punya andil dalam mengantarkan tim Merah Putih meraih medali emas SEA Games 2023 di Kamboja, Selasa malam (16/5). Itu merupakan kemenangan perdana sejak 32 tahun lalu.
GALIH R. PRASETYO
”(Setelah menang) rasanya campur aduk mas,” ungkap Titan menjawab pesan WhatsApp koran usai pertandingan Selasa malam (16/5).
Baginya, partai final SEA Games 2023 melawan Thailand sangat menguras energi. Ada perasaan bangga sekaligus terharu ketika dia bersama pesepak bola lain asal Indonesia dikalungi medali emas. Atlet 21 tahun itu tidak menyangka mampu mengukir sejarah, setelah 32 tahun menantikan moment membanggakan itu.
Sebelum berada pada momentum spesial itu, perjalanan anak dari pasangan Nanang Bagus Budi Santoso dan Dwi Astuti penuh liku. Dia hampir tidak bisa naik podium untuk dikalungi medali akibat meraih kartu merah pada partai pemungkas tersebut.
Saat itu, wasit mengusirnya dari bangku cadangan pemain lantaran Titan terlibat friksi di pengujung babak kedua pertandingan. Dalam video yang beredar di media sosial (medsos), pemain Bhayangkara FC itu menghantam pemain tim Gajah Putih yang melakukan selebrasi ke bench tim merah putih.
Pemain bernomor punggung 18 itu terprovokasi lantaran pemain tim Gajah Putih melakukan selebrasi dengan cara meletakkan jari telunjuknya ke mulut sembari berlari. Dan itu dilakukan di lokasi tim Garuda. Setelah itu terjadi gesekan antara official Thailand dengan Indonesia.
”Spontan saya menghadang mereka (tim Thailand). Tersulut emosi atas provokasi yang dilakukan pemain Thailand,” kenang pemain berposisi menyerang itu.
Malam itu, Titan menggambarkan kalau suasana sangat menegangkan. Thailand yang tidak mau kalah terus menekan pertahanan Indonesia. Pada situasi tersebut wasit pemimpin pertandingan Matar Ali Al-Hatmi meniup peluit panjang pada akhir laga. Peluit pelanggaran itu menyerupai tanda berakhirnya laga, sehingga tim Indonesia menyambut dengan selebrasi juara.
Mulai manajer, pemain, sampai kitmen sudah melompat kegirangan, bahkan sebagian masuk ke lapangan. Selebrasi yang dilakukan official dan tim beralasan, lantaran peluit berbunyi di detik-detik jelang berakhirnya laga.
Saat laga berlanjut dan pemain Thailand berhasil menyamakan kedudukan skor menjadi 2:2, semua lemas dan kecewa. Akibatnya, saat ada pemain lawan melakukan selebrasi, Titan langsung terprovokasi. Apalagi hampir semua yang ada di bench pemain Thailand berlari ke arah bangku cadangan pemain Indonesia. ”Tapi saya mengakui kesalahan itu. Tindakan saya memalukan dan tidak perlu,” katanya sembari meminta maaf kepada semuanya.
Tindakan Titan itu membuat kesempatan tampil di final hilang. Padahal dia berpotensi menjadi super-sub seperti laga sebelum-sebelumnya. Dalam pertandingan di SEA Games 2023 Kamboja, Titan menyumbang 2 gol. Itu terjadi saat dia menjadi pemain pengganti penyerang utama Timnas. Gol Pertama saat Garuda Muda melawan Myanmar (4/5). Sedangkan gol kedua saat melawan Kamboja (10/5).
Selama di ruang ganti usai diganjar kartu merah, dia was-was. Bagaimana nantinya akhir cerita perjalanan tim. Pasalnya, berdasarkan informasi atau berita yang sering diikutinya saat final Timnas kerap kalah.
Di tengah perasaan itu, rasa lega dirasakannya saat mengetahui Irfan Jauhari membuat gol pada babak perpanjangan waktu pertama. Setelah itu, dia larut bahagia saat gol timnas kembali bertambah lewat aksi Fajar Fathur Rahman dan Beckham Putra.
Sementara itu, sukses berada masuk Timnas U-22 untuk SEA Games bukanlah hal yang gampang. Ini karena Titan harus berebut kesempatan masuk tim Garuda dengan banyak pemain lain. Mulai Liga 2 sampai Liga 1. Saat ini ada 50 pesepak bola ambil bagian. Lalu ada sejumlah tes yang harus dilewati pemain. Mulai tes fisik, teknik, psikotes, sampai IQ.
”Saya ikut seleksi mulai tahap pertama sampai akhir. Total ada sekitar empat tahapan seleksi,” tuturnya mantan pemain Persid Jember itu.
Mengingat hal tersebut, capaian terasa lebih manis. Sebab, jarak dirinya comeback ke Liga 1 usai pendidikan polisi tidaklah jauh. Penampilan moncer dalam beberapa laga Liga 1 2022/2023 akhir Desember dan Januari lalu menjadi pembuka jalannya.
Saat itu, dalam tiga laga Bhayangkara FC, dia membuat 3 gol. Golnya menjadi solusi dari seretnya para penyerang tim berjuluk The Guardians tersebut.
Mempunyai kariernya sebagai polisi dan pesepak bola bukan hal gampang. Sebelumnya, banyak yang memprediksi bahwa dia tidak akan berkembang dengan pilihan sebagai polisi. Momen itu terjadi pada 2021 lalu. Saat itu dia memilih ketika kompetisi mulai jalan lagi.
Akibat pilihannya, polisi berpangkat bintara itu sempat hilang dari peredaran persepakbolaan nasional. ”Karena pendidikan pada 2022, saya lima bulan tidak sepak bola,” katanya.
Namun, belum genap setahun bisa mengembalikan performa seperti sekarang. Tentu saja ada perjuangan dan kerja kerap dalam menggapai impiannya. Dia konsisten menambah latihan sendiri, setelah menjalani latihan dengan teman-temannya. Dia sadar bahwa bermalas-malasan tidak akan menghasilkan kesuksesan. Kini, kerja kerasnya itu membuahkan hasil manis.(*/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana