JOGJAKARTA - Persiapan pemain asing Arema FC menyambut Liga 1 cukup mepet. Mereka tidak mengikuti rangkaian persiapan dari awal. Meski dihadapkan dengan situasi itu, tim pelatih Arema FC tak khawatir. Mereka percaya bila Gustavo Almeida dan kawan-kawan tetap bisa klop saat kompetisi bergulir.
Keyakinan itu muncul karena para legiun asing mempunyai kualitas. Pelatih Arema FC Joko Susilo mengungkapkan, pemilihan para pemain asing tidak sembarangan. Mereka disaring dari banyak kriteria. Mulai fisik, kebugaran, performa di klub lama, sampai usia. ”Insya Allah dengan usaha itu, pemain asing yang didatangkan musim ini lebih maksimal,” kata dia.
Juru taktik yang akrab disapa Gethuk itu mencontohkan Ariel Lucero. Dengan kemampuannya dan track record-nya, dia yakin bila sang pemain tidak akan kesulitan untuk beradaptasi. ”Sebelum bergabung di sini, dia juga aktif bermain. Ariel pasti tidak kesulitan mengejar level fitness,” kata mantan pelatih Persik Kediri tersebut.
Kondisi hampir serupa juga berlaku untuk Charles Lokolingoy. Pelatih asal Cepu, Jawa Tengah itu menyebut bila Liga Malta tempat Charles sebelumnya bermain baru selesai bulan April lalu. Itu membuat tim pelatih yakin bila Charles bisa bermain secara reguler.
Ichaka Diarra juga sama. Pemain asal Mali itu sempat bersama Tim Al Ansar FC di Liga Lebanon. Musim lalu dia bermain 22 kali. Rinciannya, 19 kali di Liga Lebanon dan 3 kali di Liga Champions Asia. Gethuk menambahkan, tim pelatih juga mendatangkan mereka sesuai kebutuhan tim. ”Saat ini ibaratnya tinggal poles saja,” tuturnya.
Dia menyebut tim pelatih juga membuat program khusus untuk legiun asing. Salah satunya dengan menambah porsi latihan mereka. Umumnya, aktivitas tersebut dilakukan di tempat gym bersama pelatih fisik.
Mantan Asisten Pelatih Timnas Senior itu menyebut bila para pemain asing Arema FC juga profesional. Tanpa dibuatkan program, mereka sudah mengerti apa yang menjadi kebutuhan mereka. ”Pemain asing juga tidak ingin dicap flop nantinya,” paparnya.
Saat ini, Arema FC menjadi salah satu klub yang komposisinya belum lengkap di antara kontestan Liga 1 lainnya. Mereka baru mempunyai empat pemain asing yang ikut latihan. Kondisi itu berbanding terbalik dengan musim lalu.
Senada dengan Joko Susilo, Manajer Arema FC Wiebie Dwi Andriyas yakin bila para pemain asing tidak flop. Lagi-lagi alasan kualitas lah yang melatarbelakangi keyakinannya. ”Saya pikir mereka masuk kategori grade A,” jelasnya.
Owner NZR Grup menjelaskan bila pemain asing yang didatangkan rata-rata masih usia emas. Lalu, musim lalu juga tampil reguler di kompetisi kasta tertinggi bersama klubnya. Gustavo Misalnya. Bersama Al Nasr SC tampil Liga 1 Palestina. ”Coach Joko dan Putu pasti memasukan mereka lantaran kualitasnya,” paparnya. Dia berharap semua pendukung mendoakan para pemain agar tampil bagus. (gp/by)
Editor : Bayu Mulya Putra