Jakarta Jadi Tujuan Pertama, Bawa Kabar Pencinta Sepakbola di Malang Masih Ada
MALANG- Gerakan moral untuk memulihkan dunia sepakbola di Malang pascatragedi Kanjuruhan dilakukan para supoter yang bergabung dalam Deportivo La Diez (Curva 10 Sud). Mereka menggagas pertandingan jalanan antarclub di setiap kota.
Jakarta menjadi kota pertama yang akan mereka singgahi. Di sana, selain bakal bermain dengan club-club alternatif, Deportivo juga akan bersilaturahmi dengan Jakmania.
Nanang ‘Jhon’ Susilo, koordinator Deportivo membeberkan, gerakan itu dilakukan karena luka tragedi Kanjuruhan hingga kini tak memungkinkan mereka untuk mendukung tim kesayangan, Arema. Ada beban tersendiri jika mereka turun lapangan, meskipun itu bukan di Stadion Kanjuruhan.
Karena itulah, mereka pun memilih jalan lain untuk menyebarkan bahwa sepakbola di Malang saat ini baik-baik saja. “Rencananya kami berangkat 23 Februari nanti. Kami naik satu bus dengan 60 anggota,” ujarnya, (18/2).
Ada sejarah tersendiri kenapa pertandingan jalanan itu ditelurkan oleh Deportivo. Menurut Jhon, semua berangkat dari teman-teman Deportivo yang mayoritas anggota Curva 10 Sud bahwa mereka ingin merangkul pencinta sepakbola Malang Raya. Sekaligus sebagai wadah komunikasi dan edukasi bahwa sepakbola bukan tentang sesuatu yang negatif. Sebaliknya, sepakbola adalah sebuah alat yang mempersatukan semua.
“Ini hanya pertandingan sepakbola alternatif yang tidak memiliki pusat daerah tertentu. Tapi kami punya keinginan untuk datang di setiap kota yang punya club sepakbola nonprofessional,” lanjutnya.
Setelah dari Jakarta, rencananya Deportivo akan mampir ke Solo, Semarang, bahkan mungkin Jogjakarta untuk berkunjung ke basis-basis supporter. Lawatan itu sekaligus untuk belajar tentang seluk beluk persuporteran Indonesia.
Apalagi kini mereka meyakini bahwa sepakbola bukan tentang kekerasan dan bukan hanya tentang bisnis. “Kami berusahan mengembalikan senyum sepakbola di Malang pascatragedi. Karena hanya lewat sepakbola-lah tidak ada lagi sekat antara kelas atas dan bawah,” tegasnya.(nen)
Editor : Neny Fitrin