JOGJAKARTA - Di atas kertas, harusnya Arema FC bisa melanjutkan tren positif dari dua laga sebelumnya.
Lawan yang bakal dihadapi nanti sore adalah Persikabo 1973.
Tim yang berada satu tingkat di bawah mereka. Jarak poin kedua tim cukup jauh. Mencapai 10 poin.
Meski unggul secara statistik, Singo Edan tak boleh lengah. Selalu ada faktor X dalam dunia olahraga.
Persikabo tentu punya motivasi lebih untuk keluar dari zona merah.
Di tim mereka juga ada Aji Santoso.
Pelatih yang cukup sering mengalahkan Singo Edan.
Sadar dengan posisi tersebut, Pelatih Kepala Arema FC Widodo Cahyono Putro memastikan bila skuadnya akan berupaya mengoptimalkan laga nanti sore.
Dia menyebut bila timnya sudah sangat siap meski punya waktu persiapan yang minim.
”Secara kebugaran memang ada pengaruh dengan jadwal (yang mepet) seperti sekarang. Tapi, apa pun itu dan bagaimana caranya kami harus maksimal di laga besok (hari ini),” kata dia.
Raihan tiga poin akan membawa Singo Edan keluar dari zona merah.
Sebab, Persita Tangerang yang berada di atas mereka baru bermain besok (2/3).
Dengan kemenangan, Dedik Setiawan dkk bakal memberi tekanan khusus kepada Persita.
Saat ini, salah satu faktor penting yang perlu diwaspadai Arema FC adalah Aji Santoso.
Pelatih Kepala Persikabo 1973 itu punya rekor bagus saat berhadapan dengan Singo Edan.
Sebagai informasi, pelatih berlisensi AFC Pro tersebut tidak pernah kalah dari Arema FC sejak kompetisi putaran kedua musim 2019.
Tim-tim yang dibesutnya lebih sering mengungguli Singo Edan.
Statistiknya yakni menang empat kali dan sekali imbang.
Lantas, bagaimana WCP melihat catatan tersebut? Dia tidak mau menjadikan statistik tersebut sebagai patokan.
Yang menjadi fokusnya adalah Tim Persikabo 1973 secara umum.
”Sepak bola itu dinamis. Kami tidak bisa hanya berpegang data lama,” paparnya.
Berangkat dari itu, elemen tim harus percaya diri dan fokus menjalankan rencana yang telah disusun untuk 90 menit pertandingan.
”Kami tidak boleh takut kalah. Wajib bermain lepas supaya semua potensi terbaik bisa dikeluarkan,” tambah dia.
Dalam pertandingan nanti sore, Arema FC mendapat sejumlah keuntungan.
Salah satunya yakni tim lawan tidak bermain di rumah sendiri.
Mereka juga akan tampil pincang setelah Pedrinho mendapat hukuman akumulasi kartu.
Selain itu, tim berjuluk Laskar Padjajaran tersebut juga belum menang tujuh laga beruntun.
Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Persikabo 1973 Aji Santoso menyebut timnya berangkat ke pertandingan nanti sore dengan semangat menang.
Poin yang hilang dari dua laga sebelumnya harus diganti.
”Semua laga adalah final. Karena itu harus mendapatkan poin,” paparnya.
Demi mewujudkan misi tersebut, mantan pelatih Persik Kediri itu mengaku sudah melakukan sejumlah persiapan.
Salah satunya dengan memperbaiki konsentrasi pemain.
Menurut dia, aspek itu menjadi penyebab timnya gagal menang setelah unggul terlebih dahulu di laga sebelumnya. (gp/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana