SOLO - Kegagalan Persita Tangerang mendulang poin penuh saat melawan Persib Bandung gagal dimanfaatkan Arema FC.
Kekalahan melawan PSS Sleman 1-4 membuat posisi Singo Edan tidak berubah.
Mereka tetap berada di peringkat 16 dengan koleksi 31 poin.
Namun, ada kesalahan yang membuat Singo Edan gagal menang.
”Setelah menyamakan kedudukan, ada kelengahan yang berhasil dimanfaatkan lawan,” papar mantan pemain Persija Jakarta itu.
Dia juga menyebut bila timnya keasyikan menyerang, sehingga membuat terciptanya ruang yang bisa dieksplor lawan.
Contohnya yakni gol terakhir Saddam Gaffar pada menit 90+2.
Selain faktor itu, pelatih yang kerap disapa WCP itu juga menyebut para pemain Singo Edan belum maksimal dalam mengantisipasi bola mati.
”Kami kurang rapat sehingga ada celah yang bisa dimaksimalkan lawan,” paparnya.
Penyerang Arema FC Dedik Setiawan menjelaskan, hasil pertandingan kemarin didapat karena kurangnya konsentrasi.
”Kami kurang komunikasi di belakang dan hal itu akan dievaluasi pelatih,” ucapnya.
Gol ketiga PSS Sleman menjadi salah satu contohnya.
Namun, dia tidak mau menyalahkan siapa-siapa.
Sebab, lini depan juga belum berhasil menciptakan gol.
”Kami harus berbenah sebelum tiga laga selanjutnya,” kata dia.
Ya, perbaikan memang perlu dilakukan.
Itu karena, calon lawan Singo Edan selanjutnya adalah tim-tim kuat.
Borneo FC masih menjadi pemuncak klasemen.
Sementara Madura United masih berada di urutan lima besar.
Di tempat terpisah, Pelatih PSS Sleman Risto Vidaković menyebut kemenangan melawan Arema FC merupakan hal yang cukup penting.
Itu membuat posisi timnya sedikit lebih kuat.
”Hasil kemarin juga membuat kami lebih percaya diri menatap tiga laga sisa,” terangnya.
Mantan pelatih Borneo FC itu menjelaskan, hasil positif kemarin tidak hadir dengan sendirinya.
Dia menjelaskan bila Esteban Vizcarra dan kawan-kawan telah memainkan sepak bola yang positif dan solid.
”Kami maksimal saat menekan dan disiplin mengantisipasi serangan lawan,” ucapnya. (gp/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana