Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tetap Berjibaku di LIGA, Kekalahan RANS Nusantara Pastikan Arema FC Tak Terdegradasi

Bayu Mulya Putra • Rabu, 1 Mei 2024 | 19:54 WIB
Tim Arema FC dan manajemen usai laga lawan Madura United yang berakhir 0-0
Tim Arema FC dan manajemen usai laga lawan Madura United yang berakhir 0-0

BANGKALAN - Fokus General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi terpecah. 

Dia yang berada di tribun penonton VIP Stadion Gelora Bangkalan tidak hanya menyaksikan laga antara Singo Edan kontra Madura United, kemarin sore. 

Pandangannya juga tertuju pada layar handphone.

Baca Juga: Madura United VS Arema FC, Wajib Ganas di Liga Pamungkas

Dia memantau hasil pertandingan antara RANS Nusantara melawan PSM Makassar. 

Laga antara Persita Tangerang kontra Bali United juga dipantaunya. 

Pertandingan antara PSS Sleman versus Persib Bandung di Stadion Manahan Solo turut diintipnya. 

Raut mukanya tampak tegang. 

Di dalam lapangan, para pemain Singo Edan juga terlihat sulit bermain lepas. 

Ada ketegangan yang tersirat dari raut wajah Jayus Hariono dan kawan-kawan. 

Akibatnya, pada interval pertama mereka susah menciptakan peluang. 

Padahal, saat itu Singo Edan butuh gol untuk memastikan bertahan di kompetisi Liga 1. 

Namun suasana tersebut berangsur menghilang saat laga memasuki menit ke-80. 

Singo Edan mulai tampil lepas setelah PSM unggul 3-1 atas RANS Nusantara. 

Madura United juga mulai mengendurkan serangannya setelah tahu PSIS Semarang tertinggal dari Persija Jakarta. 

Semua perasaan tidak mengenakan tersebut akhirnya sirna saat wasit Aprisman Aranda meniup peluit panjang. 

Para pemain langsung bersuka cita saat mengetahui RANS Nusantara kalah. 

Elemen tim saling berjabat tangan, berpelukan, dan ada yang menetaskan air mata. 

Elemen tim memang patut merayakan capaian di laga kemarin. 

Itu karena perjalanan mereka lepas dari jerat degradasi tidak mudah. 

Mulai pekan keempat Singo Edan sudah masuk zona merah.

Baca Juga: Menang 2-1, Begini Data Fakta Arema FC VS Borneo FC yang Cegah Singo Edan Degradasi

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menggambarkan perasaannya yang lega. 

”Setelah hampir dua tahun perjalanan tim sangat berliku. Naik dan turun, akhirnya mendapat hasil yang luar biasa,” paparnya kepada koran ini. 

Menurutnya, capaian Singo Edan itu didapat karena dua hal. 

Pertama, kerja keras semua elemen tim. 

Kedua, rasa percaya antar pemain, manajemen, tim pelatih, dan staf Singo Edan. 

Ke depan, hasil laga musim 2022/2023 akan menjadi pembelajaran untuk lebih baik. 

Kapten Arema FC Johan Ahmat Farizi menjelaskan, pertandingan melawan Madura United kemarin sangat spesial. 

Sebab timnya berada dalam situasi yang terjepit. 

”Pertandingan hari ini (kemarin) lebih dari sekadar laga final,” ucapnya pasca laga. 

Pelatih Kepala Arema FC Widodo Cahyono Putro turut bersyukur. 

Dia menyebut bila hasil laga kemarin adalah buah dari rasa percaya antar-pemain yang tidak pernah terputus. 

”Salah satu kunci keberhasilan tim lepas zona degradasi adalah kebersamaan yang kuat,” kata dia. 

Menurutnya saat tim dalam kondisi sulit, mereka saling menguatkan. 

Sedangkan saat berada dalam euforia, mereka saling mengingatkan untuk tidak cepat puas. 

Baca Juga: Kalah 4-1 dari PSS Sleman, Arema FC Makin Berat untuk Selamat dari Degradasi Liga 1, Borneo FC dan PSM sudah Menunggu

Karena itu, dia berterima kasih untuk semua elemen tim dan suporter yang selalu mendukung langkah tim keluar dari zona merah. 

Hasil imbang 0-0 di laga kemarin cukup membuat Arema FC tidak turun kasta. 

Sebab, di laga lain RANS Nusantara kalah. Namun, Singo Edan harus turun peringkat ke posisi 15 akibat di laga lain Persita Tangerang dan PSS Sleman sukses mendapatkan tiga poin di pertandingan pemungkas. 

Lantas, bagaimana rencana ke depan Singo Edan setelah lepas zona degradasi? WCP, sapaan akrabnya mengaku belum punya gambaran. 

Itu karena, kerja sama antara dirinya dengan Singo Edan berakhir pada bulan April ini. 

”Saya selesai sampai di sini. Tapi saran saya, semoga klub segera melakukan perekrutan,” ucapnya. 

Di tempat terpisah, Manajer Arema FC Wiebie Dwi Andriyas menyampaikan bila langkah tim ke depan akan cooling down dulu.

Menurutnya, dalam dua sampai tiga hari ke depan manajemen akan bersantai dulu. 

”Mungkin kami akan melakukan pembagian bonus dulu,” ucapnya. 

Saat disinggung berapa nominalnya, dia enggan menyebutnya. 

Prediksi koran ini angkanya mencapai ratusan juta. 

Itu mengacu bonus kemenangan yang sampai di angka tersebut. 

Sedangkan terkait evaluasi, dia memastikan bila itu bakal dilakukan. 

Menurutnya, hasil musim ini bakal menjadi perhatian serius. 

Alasannya, karena persaingan musim depan bakal lebih ketat. 

”Kami juga tidak ingin berada di posisi seperti sekarang,” kata dia. 

Ke depan, dia memastikan bakal melakukan bongkar pasang skuad. 

Tujuan untuk membuat tim lebih kompetitif. Manajemen juga akan mencari pemain pengganti. 

”Gambaran tim harus berisi pemain-pemain pekerja keras,” paparnya. 

Sebagai informasi, Arema FC terakhir terdegradasi pada musim 2003. Sedangkan musim 2018 Arema FC hampir masuk zona merah tapi selamat. (gp/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Arema FC #Madura United #RANS Nusantara