Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perjuangan Freda Adi Wardana, Atlet asal Kasembon Kabupaten Malang Menaklukkan Gunung Rinjani dalam 28 Jam

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Senin, 10 Juni 2024 | 17:48 WIB
UNGGULI 95 PESERTA: Freda Adi Wardana (tengah) didapuk menjadi juara pertama dalam event Rinjani 100, 26 Mei lalu.
UNGGULI 95 PESERTA: Freda Adi Wardana (tengah) didapuk menjadi juara pertama dalam event Rinjani 100, 26 Mei lalu.

SYIFA DZAHABIYYAH

KABUT tebal menyelimuti Gunung Rinjani, sehingga jarak pandang Freda Adi Wardana terbatas.

Pria 29 tahun itu pun berlari seorang diri.

Tak terdengar suara apa pun, kecuali hentakan kakinya sendiri.

Sebenarnya, total ada 95 peserta yang mengikuti event Rinjani 100 pada 24-26 Mei lalu.

Mereka berasal dari 40 negara.

Namun puluhan peserta tersebut tertinggal jauh di belakang Freda.

”Medannya menanjak terjal. Tapi saya mampu menyelesaikan jarak 100 kilometer dalam waktu 28 jam tanpa tidur,” ujar atlet trail running asal Kasembon, Kabupaten Malang yang dinobatkan menjadi juara satu untuk kategori 100 kilometer.

Pada acara tersebut terdapat 6 cek poin yang harus dilalui.

Setiap peserta dianggap mampu menyelesaikan finish ketika berhasil sampai cek poin terakhir dalam waktu kurang dari 36 jam.

Mulanya Freda tak sendiri.

Dari titik start di base camp Senaru, dia berlari bersama puluhan pelari lain.

Utamanya mereka yang lari di kategori 60 kilometer.

Namun akhirnya dia sendirian.

”Pada satu titik terdapat jalan bercabang dan saya harus berpisah dengan orang-orang di kategori 60 kilometer,” ungkap aparatur sipil negara Pemkot Batu itu.

Mulai start hingga cek poin 1 tak ada hambatan.

Meski masih berlari santai, dia mampu berada di posisi terdepan sejak cek poin pertama.

Jarak antara titik start ke cek poin 1 berkisar 20 kilometer dan diselesaikan dalam waktu kurang dari 8 jam.

Sementara cek poin 2 juga dilewati tanpa masalah.

Dengan jarak 30 kilometer, dia menyelesaikannya dalam waktu 2 jam.

“Jaraknya memang lebih jauh, tapi medannya menurun sehingga lebih cepat sampai di cek poin kedua,” katanya.

Hambatan dirasakan saat menuju cek poin tiga.

Di tengah hutan Gunung Rinjani seorang diri, dia merasakan sakit perut.

Beberapa kali terpaksa memuntahkan isi perutnya.

Itu karena asam lambungnya naik.

“Saya coba makan kurma, tapi muntah lagi. Begitu pun dengan makanan lain,” kata alumni STIKES Malang itu.

Akhirnya Freda beristirahat 2 jam di tengah jalan.

Setelah meminum obat, perlahan kondisinya mulai membaik.

Karena asam lambung naik, perjalanan tak sesuai harapan.

Dari yang semula ditarget sampai cek poin 3 dalam waktu 3,5 jam, akhirnya mundur menjadi 5 jam lebih.

Mulai dari titik sakit sampai cek poin ke 3 dilalui dengan jalan kaki.

“Sampai di cek poin ketiga, saya minta perawatan tambahan pada petugas yang berjaga,” ucapnya.

Ketika keadaan benarbenar membaik, Freda melanjutkan perjalanan ke cek poin keempat.

Saat itu matahari sudah terbenam.

Tak hanya gelap, kabut pun mulai menghalangi jarak pandang.

Badai angin juga turut menerpa.

Dengan kondisi seperti itu Freda memilih memperlambat lajunya.

”Medannya lumayan curam dan menanjak. Selain itu, karena kabut jarak pandang saya hanya sampai 2 meter saja. Sehingga dari cek poin ke 3 sampai cek poin 4 memakan waktu 5 hingga 6 jam lamanya,” ungkapnya.

Cuaca mulai membaik pada cek poin selanjutnya.

Namun untuk sampai di cek poin 5, badannya sudah kelelahan karena berlari seharian.

Selain itu, dia juga tak tidur sama sekali.

Dari cek poin 4 ke 5 memakan waktu kurang lebih 5 jam.

Dengan total jarak sepanjang 20 kilometer.

“Untuk menghalau rasa kantuk, saya paksa lari. Tantangan di poin ini adalah menata mental saya sendiri. Jalur itu akhirnya dapat dilalui dengan baik,” ujarnya.

Untuk sampai cek poin ke 6 merupakan hal yang mudah.

Selain karena jarak yang hanya 10 kilometer, medannya pun menurun.

Jalur itu dapat diselesaikan hanya dalam waktu 1 jam.

Dengan mencapai garis finish di cek poin ke 6, Freda menjadi orang pertama dan tercepat yang menyelesaikan jalur 100 kilometer di perlombaan tersebut.

”Semua persiapan dan usaha saya terbayar tuntas dengan raihan itu,” pungkasnya. (*/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#atlet #gunung rinjani #kasembon malang