//Universitas Negeri Malang (UM) ditunjuk sebagai salah satu tempat pelaksanaan ASEAN University Games (AUG) 2024. Event olahraga mahasiswa tingkat Asia Tenggara itu bergulir mulai Rabu (26/6) hingga Selasa (6/7) mendatang. Sebanyak 11 negara di ASEAN ikut andil dalam AUG 2024.//
DALAM AUG 2024, UM berkolaborasi dengan empat perguruan tinggi di Kota Malang. Yakni Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Malang (Unisma), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Keempat kampus tersebut bersama dengan Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) berkoordinasi dalam persiapan menuju ajang AUG 2024.
Ketua Pelaksana AUG 2024 UM Dr Sapto Adi MKes mengungkapkan, acara olahraga tingkat ASEAN itu merupakan kali pertama bagi UM. Untuk itu berbagai persiapan dilakukan dengan detail dan teliti. ”Kami sudah siapkan diri sejak satu tahun lalu,” terangnya.
Baik segi teknis, fasilitas dan sarana prasarana yang menunjang selama kegiatan berlangsung. Mengingat ada atlet dari 11 negara yang akan bertanding. Sebelas negara tersebut yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.
Selain itu, Sapto menuturkan, AUG 2024 jadi kesempatan mengenalkan UM di kancah internasional. UM juga memiliki standar mutu yang baik di bidang keolahragaan. ”Kami akan berusaha memaksimalkan pelayanan agar nyaman dan aman,” tandasnya.
Berbagai rapat koordinasi berkaitan dengan teknis pelaksanaan tak luput dirinya lakukan. Baik bersama internal UM maupun eksternal dengan kampus lainnya. Itu bertujuan untuk saling bertukar pendapat pada proses pelaksanaan AUG 2024 nantinya. Menurut Sapto, kerja sama menjadi poin penting pelaksanaan ajang olahraga internasional ini. Sebab, berbagai pihak yang terkait sifatnya saling melengkapi.
Dirinya berharap seluruh pihak yang terlibat dapat pulang dengan membawa kesan yang baik. Sebab tak hanya membawa nama kampus, melainkan juga mewakili nama Indonesia. ”Ini tentu tantangan bagi kami, tapi kami yakin dengan persiapan matang, eksekusinya bisa berjalan lancar,” pungkasnya (ori/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana