Legiun Asing Bisa Bermain Multi-Posisi
KABUPATEN- Kedalaman skuad Arema FC pada BRI Liga 1 musim 2024/2025 nanti berpotensi lebih bagus dari kompetisi lalu.
Satu indikasinya, lima pemain asing yang sekarang menjadi bagian tim mampu tampil lebih dari satu posisi.
Choi Bo-kyung misalnya, legiun asing anyar asal Korea Selatan itu mampu bermain sebagai center back dan gelandang.
Contohnya lainnya, Charles Lokolingoy.
Pemain asal Australia itu mampu bermain di semua posisi penyerangan.
Musim lalu dia menjadi pemain lini serang tim paling produktif dengan 11 gol.
Berdasar informasi yang digali wartawan koran ini, dari lima legiun asing yang ada di tim sekarang rata-rata bisa tampil di dua posisi berbeda (selengkapnya baca grafis).
Sedangkan musim 2023/2024 lalu dari enam pemain asing yang bisa bermain multi-posisi tiga pemain.
Manajer Arema FC Wiebie Dwi Andriyas menjelaskan, tim pelatih sengaja merekrut pemain asing yang mampu tampil lebih dari satu posisi.
Alasannya untuk membuat Singo Edan lebih fleksibel.
”Tim akan punya banyak opsi. Baik itu dari segi pemain dan tactical dengan komposisi skuad seperti itu,” ungkapnya.
Arema FC melihat kompetisi musim depan bakal berjalan lebih kompetitif.
Alhasil, membutuhkan kemampuan lebih dari para pemain impor.
Kelebihan itu sengaja dihadirkan karena kompetisi ke depan bakal berjalan panjang.
Sebagai informasi BRI Liga 1 nanti direncanakan bergulir pada 9 Agustus sampai bulan Mei 2025 nanti.
Itu artinya kompetisi akan berlangsung selama 10 bulan.
Lebih lanjut, Wiebie mengatakan kehadiran pemain yang versatile musim lalu juga sangat membantu tim.
Khusus saat ada sejumlah pemain yang mengalami cedera atau mendapat sanksi larangan tampil.
”Pada Liga 1 lalu kemampuan bermain lebih satu posisi Charles Raphael dan Julian Guevara membantu tim saat krisis pemain belakang,” ucapnya.
Menurutnya kemampuan itu juga membuat tim terbantu saat membutuhkan playmaker.
Dia melihat Guevara mampu memainkan peran itu dengan baik pada tiga laga terakhir.
Malah menjadi salah satu sosok yang membantu tim menang.
Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Joel Cornelli mengatakan di era sepak bola modern tidak bisa mengesampingkan kemampuan pemain tersebut.
Itu karena, perubahan di pertandingan berjalan cepat.
Alhasil, butuh improvisasi untuk mengikutinya.
”Kami butuh memaksimalkan kekuatan yang ada,” tuturnya.
Lebih lanjut, dia melihat tidak hanya pemain asing yang multiposisi.
Tapi, banyak pemain lokal tim bisa melakukan hal itu.
”Kami akan mencari komposisi terbaik sebagai cara memaksimalkan kelebihan itu,” tuturnya. (gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana