Kendala fasilitas masih menjadi masalah bagi cabor-cabor di Kota Malang.
Salah satu yang mengalami hal itu cabor sepatu roda.
Sampai saat ini, mereka belum memiliki tempat latihan sendiri yang sesuai standar Ketua Harian Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Malang Eko Dewa Sukayanto mengatakan, selama ini berlatih di Velodrome, Kota Malang.
Tapi, waktu latihannya terbatas karena harus berbagi waktu dengan cabor yang lain.
“Karena itu program mereka latihan belum maksimal,” paparnya.
Lantas, bagaimana dengan sirkuit sepatu roda yang berada di GOR Ken Arok? Eko menyebut lintasan tersebut belum bisa digunakan karena masih dalam tahap renovasi.
“Tikungannya masih terlalu sempit, jadi perlu dilebarkan,” terang Eko.
Menurutnya lintasan sepatu roda yang memenuhi standar hanya ada di Sirkuit Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Saking sulitnya mendapatkan venue yang sesuai Porserosi pernah berlatih di bypass atau jalan Bandara Abdulrachman Saleh.
Namun, tidak lama mereka berlatih di sana.
Itu karena, pihak bandara akhirnya melarang kegiatan mereka.
“Ada beberapa pengguna bandara yang protes dengan kehadiran kami,” jelas Eko.
Eko berharap, Pemerintah Kota Malang bisa memenuhi kebutuhan fasilitas olahraga mereka.
Renovasi di GOR Ken Arok juga diharapkan bisa segera selesai.
Itu karena untuk mendapat prestasi perlu ditunjang fasilitas. (rb1/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana