Persiapan pra pemusatan latihan kota (Puslatkot) untuk Porprov Jawa Timur IX pada bulan Juli ini tidak sekadar dilakukan cabor-cabor lama.
Sejumlah cabang olahraga baru di bawah naungan KONI Kota Malang juga akan mulai panasi mesin.
Salah satunya adalah Kurash.
Perlu diketahui Kurash adalah gulat tradisional dari Uzbekistan, yang sudah ada sejak zaman kuno.
Sistem pertandingan antar atlet saling mencoba melempar ke tanah.
Sebagai cabor baru Kurash Kota Malang menghadapi sejumlah problem jelang pra Puslatkot.
Satu yang paling mereka rasakan adalah kesulitan melakukan penjaringan atlet.
Wakil Ketua Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Kota Malang Roy Febrianto mengatakan, cabor Judo, Gulat, dan Jujitsu menjadi kantong-kantong atlet mereka saat ini.
Itu karena permainan dan teknik-teknik yang ada di tiga cabor itu mirip dengan Kurash.
“Jika ada perbedaan paling sedikit, karena pada dasarnya kami semua berasal dari teknik Gulat,” jelasnya.
Ferkushi Kota Malang mengaku tidak mau merekrut atlet yang baru.
Alasannya untuk mempelajari teknik-teknik Kurash butuh waktu setahun lebih.
Saat ini mereka telah memiliki delapan atlet yang dipersiapkan mengikuti pra-Puslatkot.
Mayoritas berasal dari cabor judo.
Namun mereka berencana menambah enam atlet lagi. Sehingga bisa memenuhi 14 nomor di Porprov Jatim 2025 nanti.
“Beberapa atlet dari Gulat dan Jujitsu sudah ada dalam pantauan kami, tetapi tetap diseleksi,” ungkap pria 47 tahun itu. (rb1/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana