MALANG KOTA - Manajemen Arema FC tidak membebani Dendi Santoso dkk juara Piala Presiden 2024.
Bagi mereka berhasil membawa pulang trofi turnamen itu adalah sebuah bonus.
Tujuan utama Singo Edan berpartisipasi dalam ajang itu adalah meningkatkan performa tim sebelum BRI Liga 1.
Pada kompetisi nanti manajemen Arema FC tidak mau finish di posisi papan bawah seperti musim 2023/2024 lalu.
Baca Juga: Arema FC Andalkan 7 Legiun Asing di Piala Presiden 2024
Target Singo Edan mampu kompetitif dan bersaing di papan atas.
”Piala Presiden menjadi kesempatan tim pelatih untuk mengeksplorasi dan mengasah tim,” papar General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi.
Dia menyebut di ajang itu Joel Cornelli bisa bereksperimen strategi dan mencoba mengutak-atik komposisi tim.
Menurutnya ajang itu menjadi tempat yang tempat untuk meningkatkan performa karena dua hal.
Pertama lawan yang akan dihadapi tim-tim yang kuat.
Alhasil kemampuan para pemain dan tim pelatih Arema FC akan diuji.
Dia mempunyai keyakinan Bali United, Madura United, dan Persija Jakarta tidak sekadar berpartisipasi di turnamen itu.
Manajemen melihat ketiga tim akan bermain serius.
Lalu juga datang dengan kekuatan baru.
Alhasil memberi tantangan untuk tim yang tengah bersiap.
Sedangkan alasan kedua bermain di turnamen akan lebih kompetitif dibandingkan saat uji coba.
Itu karena klub yang bertanding mempunyai niat atau target untuk menang.
Meski begitu, namun pria kerap disapa Inal itu mengatakan manajemen sadar betul dengan history tim di Piala Presiden.
Menurutnya Singo Edan berlabel klub Liga 1 dengan raihan trofi terbanyak di Piala Presiden.
”Tentunya kemenangan (juara, red) ke empat akan menjadi semangat yang bagus untuk kepercayaan diri tim ini menatap musim baru,” paparnya.
Menurut saat tim menjadi juara juga bisa memberi energi positif untuk para pemain ke-12.
Kesuksesan menjadi juara ajang itu juga akan membuat Arema FC mendapat suntikan dana yang besar.
Baca Juga: Arema FC Punya Rekor Bagus di Fase Grup
Itu menyusul panitia turnamen menyediakan hadiah Rp 5 Miliar untuk tim pemenang.
Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Joel Cornelli tidak mau terjebak zona nyaman.
Dia mengatakan tetap membidik hasil maksimal di turnamen tersebut.
”Kami tidak ingin sekadar berlatih di ajang itu,” ucap mantan pelatih Al Riyadh itu.
Menurutnya saat ada kesempatan menjadi yang terbaik Arema FC akan berusaha memaksimalkan.
Alasannya tim harus kembali mencatatkan sejarah di ajang itu, yaitu back to back juara.
Berangkat dari itu, Joel tidak merasa takut dengan rekor negatif tim seusai menjadi juara Piala Presiden.
Menurutnya tim tidak pernah mengerti apa yang terjadi ke depan.
”Yang pasti ajang ini akan membantu kami mempunyai persiapan yang bagus,” ucapnya. (gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana