Ujian Sesungguhnya Joel Cornelli
BALI - Dalam lima edisi Piala Presiden, Arema FC lebih berprestasi saat dinakhodai pelatih asing.
Juru taktik impor tercatat dua kali berhasil membantu Singo Edan meraih juara di turnamen itu.
Pertama Milomir Seslija pada 2019.
Kedua Eduardo Almeida pada tahun 2022 lalu.
Pelatih lokal yang sempat membawa Dendi Santoso dkk menjadi yang terbaik dalam ajang itu adalah Aji Santoso.
Mantan pelatih Timnas U-23 itu membuat Arema FC sukses juara Piala Presiden pada edisi 2017 lalu.
Saat itu Singo Edan di partai final mengalahkan Borneo FC.
Sedangkan pelatih yang belum berhasil membawa Arema FC juara di Piala Presiden adalah Joko Susilo.
Juru taktik berlisensi AFC Pro itu, tidak mampu menghadirkan prestasi di turnamen itu pada tahun 2015 dan 2018.
Pada Piala Presiden 2018 langkah Arema FC terhenti di babak perempat final. Sedangkan pada 2015 mereka gagal melaju sampai partai pemungkas.
Singo Edan hanya sampai babak semifinal.
Tapi, mereka menyandang status juara tiga seusai mengalahkan Mitra Kukar.
Dalam bayang-bayang prestasi pelatih sebelumnya, Joel Cornelli enggan memikirkannya.
Menurutnya setiap pelatih punya cerita masing-masing bersama klub.
Karena itu, dia tidak ingin merasa dalam tekanan sebelum menjalani turnamen itu.
”Fokus saya dan tim mempersiapkan diri sebaik mungkin saat ini,” katanya.
Juru taktik asal Brazil mempunyai keinginan membuka turnamen pramusim tersebut dengan hasil yang menyenangkan.
Dia yakin tiga angka membantu para pemain meningkatkan kepercayaan diri.
Lebih lanjut, dia mengatakan misi pertama Arema FC lolos fase grup.
Joel tidak ingin langkah tim terhenti sejak babak pertama.
Alasannya Singo Edan mempunyai historydengan selalu lolos babak pertama sejak Piala Presiden 2015 yang lalu.
Pelatih berusia 57 tahun itu berhati-hati memasang target pribadi bukan tanpa alasan.
Menurutnya Charles Lokolingoy dkk membutuhkan waktu untuk bersaing secara kompetitif.
Penyebabnya, saat ini banyak wajah baru yang berada di skuad Singo Edan.
”Semua harus bersabar melihat performa terbaik tim ini. Tapi, saat ada kesempatan mempertahankan juara, kami akan mencoba mendapatkan,” ucapnya.
Menurutnya target paling realistis menjalani setiap babak di turnamen dengan baik.
Baginya yang tidak boleh dilupakan Piala Presiden adalah turnamen untuk mematangkan skuad.
Di tempat terpisah, Arkhan Fikri menyebut tidak memikirkan bagaimana performa tim musim lalu.
Fokusnya adalah bagaimana menjalani pertandingan di turnamen dengan sebaik mungkin.
”Tentunya bisa meraih trofi akan menjadi hal membanggakan. Tapi, tujuan utama berprestasi di Liga,” katanya.
Menurutnya sudah dalam dua musim perjalanan tim di kompetisi tidak menyenangkan.
Di mana peringkat tim menurun selama waktu itu. Malah, hampir saja turun kasta ke Liga 2. (gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana