LINTASAN BMX Velodrome Kota Malang dalam kondisi yang memprihatinkan.
Berdasar pantauan wartawan koran ini fasilitas olahraga itu kurang terawat.
Di area atlet melakukan start lintasannya bergelombang.
Sampah dan batu-batu kecil juga berhamburan di atas area balap sepeda tersebut.
Akibat itu persiapan kontingen BMX Jawa Timur untuk PON XXI 2024 tidak berjalan dengan lancar.
Itu karena, tidak berlatih di lintasan BMX yang ideal.
Para atlet diklaim juga kesulitan mengembangkan kemampuan dengan maksimal.
Pelatih nomor BMX Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jawa Timur Tifania Adina mengatakan, selama mereka berlatih di tempat itu tidak pernah dilakukan pemeliharaan.
”Sudah setahun kami gunakan, tapi tidak ada perawatan sama sekali,” ungkapnya.
Kondisi itu membuat lintasan BMX tidak selalu tersedia untuk latihan.
Contohnya saat turun hujan, beberapa bagian lintasan berlumpur dan ada yang mengalami longsor.
Karena situasi itu sesi latihan kerap harus ditunda terlebih dahulu.
Para atlet juga harus berjibaku sendiri untuk membereskan kerusakan tersebut.
Sehingga stamina mereka terkuras sebelum latihan.
”Karena itu sebelum latihan anak-anak sudah kelelahan,” keluh perempuan
25 tahun itu.
Performa para atlet akhirnya tidak stabil.
Dia berharap, ke depannya pemerintah setempat bisa lebih memperhatikan fasilitas olahraga yang ada di Velodrome Kota Malang.
Sehingga para atlet bisa fokus untuk berlatih.
Tanpa harus menguras energi untuk hal-hal lain.
Tujuannya supaya perkembangan performa berjalan
dengan baik. (rb1/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana