USIA tidak menjadi halangan untuk pengiat olahraga meraih prestasi.
Satu buktinya ada di perlombaan seni pernapasan Festival Olahraga Masyarakat Kota (Forkot) Malang 2024 kemarin.
Mayoritas peserta ajang itu berusia di atas 40 tahun.
Koordinator induk organisasi olahraga (Inorga) Lembaga Seni Pernapasan Satria Nusantara (LSPSN) Kota Malang Heru Winarto mengatakan, peserta lomba seni pernafasan Forkot 2024 rentang usianya dari 40 sampai 82 tahun.
“Memang sasarannya kami warga yang sudah pensiun dan ibu rumah tangga,” ujar pria 65 tahun itu.
Berdasar catatan Jawa Pos Radar Malang ada sebanyak 14 yang orang ambil bagian di kejuaraan kemarin.
Baca Juga: Terganjal Izin, Kejuaraan Kempo di Forkot Malang Minim Peserta
Pesertanya terdiri dari tujuh atlet pria dan tujuh perempuan.
Mereka terbagi ke tiga nomor kejuaraan.
Di antaranya tahan nafas, shuttle run, dan jurus dasar.
Heru menjabarkan, seni pernafasan diminati warga lanjut usia karena memiliki banyak manfaat untuk meningkatkan kebugaran.
Sehingga tubuh mereka masih tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit.
"Meski tidak energinya tidak sekuat saat muda dulu, tetapi yang penting masih bugar untuk melakukan hal sehari-hari,” imbuhnya.
Pria asal Kota Malang itu melanjutkan, para peserta lomba yang keluar sebagai pemenang akan disiapkan untuk Festival Olahraga Daerah (Forda) Jatim pada bulan November mendatang.
Rencananya, mereka akan rutin menggelar latihan selama tiga kali dalam sepekan.
Targetnya adalah juara dalam ajang itu.
Dia berharap, ajang itu bisa menginspirasi warga Kota Malang untuk membudayakan olahraga.
Meskipun usianya sudah tidak muda lagi.
“Biar orang-orang tahu bahwa tua bukan halangan untuk selalu bugar,” jelasnya. (rb1/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana