Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menjaga Reputasi dan Melawan Kelelahan, Kebugaran Pemain Arema FC Terganggu Recovery Minim

Galih R Prasetyo • Jumat, 26 Juli 2024 | 20:21 WIB
ALL OUT: Salim Tuharea (kanan) berusaha melewati pemain Persija Jakarta Ramon Bueno pada laga kedua Piala Presiden Rabu lalu (24/7).
ALL OUT: Salim Tuharea (kanan) berusaha melewati pemain Persija Jakarta Ramon Bueno pada laga kedua Piala Presiden Rabu lalu (24/7).

BALI - Laga melawan Madura United di Stadion Kapten I Wayan Dipta nanti sore (15.00 WIB) menyimpan dua tantangan untuk elemen tim Arema FC. 

Pertama Jhon Alfarizi dkk mempunyai tugas menjaga reputasi tim di Piala Presiden. 

Dalam sejarah turnamen itu, Singo Edan tidak pernah gagal lolos babak fase grup. 

Arema FC tercatat menjadi tim Liga 1 paling sukses di ajang tersebut dengan tiga trofi. 

Gelar juara terakhir mereka di turnamen tersebut terjadi pada 2022 lalu. 

Menjadi terbaik di Piala Presiden perlu diwujudkan karena sebagai obat pelipur lara seusai prestasi tim tidak menyenangkan dalam dua musim terakhir. 

Tapi dalam usaha mewujudkan tugas misi itu, Arema FC berpotensi diterjang badai cedera. 

Itu menyusul, Singo Edan hanya punya waktu sehari untuk recovery.

Sebelumnya penggawa tim sudah bermain dua kali dalam empat hari. 

Berangkat dari itu, rotasi bakal menjadi hal yang wajib dilakukan tim untuk menghindari pemain alami problem kaki. 

Namun metode itu tidak bisa dilakukan sembarangan. 

Alasannya Singo Edan masih butuh kekuatan terbaik untuk mendapat poin demi melaju ke semifinal. 

Gelandang Arema FC Arkhan Fikri tidak menampik bermain selama dua hari sekali bukan pekerjaan yang mudah. 

Itu karena menguras energi para pemain. ”Untuk kondisi saat ini, pastinya kami sedikit lelah. Karena recovery hanya sehari,” paparnya dalam konferensi pers kemarin. 

Arkhan menjelaskan, dalam waktu tersebut tidak banyak persiapan bisa dilakukan. 

Menurutnya tim pelatih dan para pemain hanya berupaya melakukan pemulihan. 

Tujuannya supaya pada pertandingan hari ini tetap bisa bermain baik dan tidak mengalami problem kaki. 

Mantan pemain Barito Putera U-16 itu berusaha menghindari cedera karena tujuan utamanya pada pramusim persiapan untuk tampil di BRI Liga 1. 

Karena itu, dia melihat akan menjadi hal yang merugikan saat harus mengalami problem kaki. 

Meski begitu, namun pemain asal Sumatera itu enggan untuk menyerah. 

Menurutnya tim sudah sepakat berjuang untuk lolos babak selanjutnya. 

”Tapi, kami tidak akan mengeluh. Karena selangkah lagi babak semifinal,” ucapnya. 

Demi mewujudkan misi tiga poin, dirinya menjabarkan tim akan bermain menekan. 

Tujuannya tidak memberi ruang lawan berkreasi. 

”Madura United punya pemain bagus. Kami wajib fokus sepanjang laga karena lawan punya kemampuan menciptakan gol menit terakhir,” katanya. 

Senada dengan Arkhan, center backSyaeful Anwar juga enggan menyerah dengan situasi sekarang. 

Menurutnya di tengah recovery yang minim akan tetap berusaha memberikan terbaik.

”Kami sudah belajar dari laga sebelumnya. Tentunya, datang ke pertandingan untuk hasil maksimal,” katanya. 

Menurutnya kesepakatan melaju jauh tidak boleh disia-siakan. 

Terlebih tim punya statistik bagus di turnamen yang sudah ada sejak tahun 2015 itu. 

”Momentum ke semifinal harus diambil,” tutur eks pemain Semen Padang itu. (gp)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Melawan kelelahan #Pemain Arema FC #Menjaga reputasi #minim #Recovery #terganggu