BALI - Usia hanya angka untuk kapten Arema FC Johan Ahmat Farizi.
Pemain berusia 33 tahun itu menunjukkan ketahanan fisik yang luar biasa di Piala Presiden 2024.
Pesepak bola kerap disapa Jhon itu tercatat selalu menjadi pilihan utama dalam tiga laga babak grup turnamen itu.
Selama waktu itu, Jhon hanya pada laga kemarin tidak menuntaskan laga selama 90 menit.
Total selama fase grup Piala Presiden 2024 dia bermain selama 251 menit.
Capaian itu lebih baik dari musim lalu.
Dia sempat memulai kompetisi musim 2023/2024 tidak mulus karena mengalami problem kaki.
Meski luar biasa, namun Jhon bukan satu-satunya pemain Singo Edan yang mencatatkan rekor tersebut.
Gelandang Arkhan Fikri dan full back kanan Achmad Maulana Syarif juga selalu menjadi pilihan utama Joel Cornelli di tim.
Kedua mampu bersaing pemain senior dan asing.Young guns Singo Edan yang mempunyai catatan impresif seperti Arkhan dan Syarif adalah Salim Tuharea. Mantan pemain Madura United itu sejak awal kompetisi selalu tampil sejak menit awal.
Tapi, digantikan saat interval kedua laga.
Lantas apa rahasia kebugaran para pemain tersebut?
Fisioterapi Arema FC Reta Arroyan mengatakan, recovery yang bagus.
Berdasar pengetahuannya, keempat penggawa Singo Edan itu mempunyai proses pemulihan yang bagus.
”Tentunya mereka pintar menjaga waktu istirahat, asupan makanan, sampai menjalani treatment recovery maksimal,” katanya.
Menurutnya metode tersebut dilakukan semua penggawa Arema FC.
Khususnya untuk mereka yang tampil selama 90 menit pertandingan.
Tidak perlakuan khusus karena program recovery tim dilakukan bersama.
Berangkat dari itu, Reta menjelaskan empat pemain tadi selalu menjadi pilihan utama juga karena strategi pelatih.
”Yang tidak boleh dilupakan adalah siapa yang bermain menyesuaikan tactical tim,” katanya.
Berangkat dari itu, dia melihat penentuan starting eleven tidak sekadar siapa pemain paling siap.
Di tempat terpisah, Kapten Arema FC Jhon Alfarizi mengatakan tidak mempunyai rahasia khusus untuk kebugarannya.
”Tidak melakukan program yang aneh-aneh. Saya hanya berusaha punya waktu istirahat yang baik dan menjaga asupan makanan,” katanya.
Aspek itu ditambah dengan semangat dalam diri memperkuat Singo Edan. (gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana