SOLO - Kesempatan didukung langsung Aremania pada laga semifinal besok (31/7) tidak dimaksimalkan Arema FC.
Manajemen Singo Edan mengimbau pendukung tim untuk menahan diri datang ke Stadion Manahan.
Upaya itu mereka lakukan dengan tujuan menjaga sepak bola Indonesia tetap kondusif.
Tujuan lain mengajak suporter tim punya jiwa besar tidak mendukung langsung di semifinal Piala Presiden juga bagian menghormati fans Persis Solo, Pasopati, dan warga Solo.
Seperti diketahui, karena menjadi tim berstatus away pada laga besok, Laskar Sambernyawa-julukan Persis-tidak bisa didukung langsung pemain ke-12.
”Kami sangat paham Solo dan Malang memiliki ikatan histori yang erat.
Untuk itu, sangat memahami perasaan Pasopati dan warga Solo saat tim kebanggaannya melaju ke semifinal,” kata General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi.
Menurutnya hal tersebut juga sebagai bentuk sportivitas Arema dan menghargai imbauan dari Presidium Aremania.
Meski tanpa didukung Aremania di semifinal, pria kerap disapa Inal itu menegaskan bahwa semangat juang tim dan Aremania tidak luntur.
Dia melihat Aremania adalah sosok yang legowo dan berpikir objektif demi kemajuan sepak bola Indonesia.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan Aremania, seluruh jajaran tim Arema FC akan berjuang meraih juara Piala Presiden untuk keempat.
”Kami akan membayar hutang budi kepada Aremania dengan bermain maksimal di semifinal,” katanya.
Di tempat terpisah, Anggota Presidium Aremania Satu Muhammad Anwar mengatakan, imbauan tidak away yang dikeluarkan presidium karena terjadi situasi yang tidak menguntungkan untuk suporter Persis Solo.
Alasannya dilarang mendukung tim kesayangannya di kota sendiri akibat regulasi.
”Jadi sebagai bentuk solidaritas kami tegas tidak akan hadir di semifinal nanti,” ujarnya.
Presidium Aremania Satu juga menghimbau kepada para suporter untuk tidak berangkat secara individu ke Stadion Manahan Solo.
Sebagai gantinya, mereka menyarankan Aremania cukup menghadiri acara-acara nonton bersama. (rb1/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana