Label seni bela diri sebagai olahraga khusus laki-laki mempunyai sejumlah dampak untuk cabor di Kota Malang.
Salah satunya Bela Diri Campuran Amatir-Mixed Martial Arts (IBCAMMA) yang kesulitan mencari fighter nomor putri.
Wakil Ketua IBCA-MMA Kota Malang Sendik Giantoro mengatakan, baru mempunyai dua atlet putri saat ini.
Menurutnya untuk mendapatkan jumlah tersebut pengurus perlu mencari dalam kurun waktu berbulanbulan.
”Sejak Maret 2023 lalu kami coba mencari atlet putri,” katanya.
Menurutnya, selain stereotip IBCA-MMA identik sebagai olahraga laki-laki, kesulitan mendapatkan atlet putri juga disebabkan kurang populernya cabor.
Lalu atlet putri IBCA-MMA yang harus berpakaian terbuka saat bertarung juga menambah kesulitan mereka mendapatkan petarung kategori itu.
Tapi, dia tidak terkejut dengan situasi itu.
Alasannya, sebagian besar masyarakat tidak terbiasa berpakaian terbuka di depan umum.
Berbeda dengan cabang bela diri lain yang menggunakan pakaian tertutup saat bertanding.
Meski begutu, IBCA-MMA Kota Malang tidak akan menyerah.
Mereka akan terus melakukan penjaringan atlet putri.
Ke depan akan berupaya menyasar caborcabor bela diri lain yang terbiasa menggunakan pakaian terbuka.
Di antaranya muaythai, tinju, dan kick boxing.
”Target kami sebelum Puslatkot awal tahun depan sudah bisa dapat tambahan atlet putri,” terangnya. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana