Persiapan cabor panjat tebing Kota Malang untuk Porprov Jawa Timur 2025 berjalan lambat.
Sampai sekarang mereka belum melakukan latihan secara terpusat.
Para atlet masih berlatih di klubnya masing-masing.
Berbeda dengan cabor-cabor lain di Kota Malang yang sudah rutin menggelar latihan bersama.
Sekretaris Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Malang Ken Mahendra mengatakan, hal itu disebabkan KONI Kota Malang belum menyelenggarakan pusat pelatihan kota (Puslatkot).
Sehingga mereka belum mendapatkan dukungan dana yang cukup untuk melakukan latihan terpusat setiap hari.
”Karena untuk latihan di Unggul Sport Center itu satu orang bisa 90 ribu,” ujarnya.
Mengantisipasi situasi itu FTPI Kota Malang mulai menyusun program untuk Puslatkot.
Mereka mewajibkan untuk berlatih setiap hari di klub masing-masing.
Saat ini ada lima klub yang menjadi tempat atlet panjat tebing Kota Malang untuk menempa diri.
Ke depan seminggu sekali mereka melakukan latihan bersama.
Para atlet akan dipantau oleh tim pelatih FTPI Kota Malang.
Performa mereka akan dievaluasi.
”Hasil evaluasi itu akan kami susun menjadi program pelatihan khusus bagi para atlet,” jelasnya.
Meski persiapan mereka lambat, namun FTPI Kota Malang optimistis bisa membawa prestasi yang lebih baik pada Porprov Jatim 2025 mendatang.
Mereka menargetkan dua emas.
Itu sebagai pengganti hasil kurang bagus di Porprov Jawa Timur tahun lalu. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana