CABOR Ju-Jitsu Kota Malang tidak memberikan jeda untuk persiapan Porprov Jawa Timur 2025.
Seusai Porprov 2023 lalu, mereka langsung melakukan penjaringan atlet.
Karena itu mereka menjadi salah satu cabor di Kota Malang yang punya persiapan matang.
Ketua Pengurus Besar JuJitsu Indonesia (PBJI) Kota Malang Aditya Bayu Wardana mengatakan, sejak November tahun lalu, mereka sudah punya delapan atlet disiapkan untuk Porprov Jatim 2025.
Enam di antaranya merupakan atlet lama.
Sedangkan dua lainnya akan debut di Porprov Jatim tahun depan.
Para atlet tersebut ditempa setiap hari dalam sepekan.
Senin sampai Sabtu mereka berlatih dengan materi teknik dan tanding.
”Sedangkan pada Minggu, kami fokus untuk menjaga kebugaran fisik,” katanya.
Tidak hanya latihan rutin, PBJI Kota Malang juga mengikutkan atlet-atletnya di berbagai turnamen ju-jitsu. Total sudah empat turnamen telah mereka ikuti.
”Itu nanti di Ngawi dan Surabaya,” jelas Bayu.
Ke depan ada dua kompetisi lainnya yang akan mereka hadapi.
Berlatih dalam jangka waktu lama juga punya tujuan untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lain.
Itu karena, PBJI Kota Malang baru terbentuk 2019 lalu.
Alhasil, secara kualitas organisasi dirasa masih belum terlalu matang.
Untuk Porprov Jatim 2025 nanti, PBJI Kota Malang menargetkan satu emas.
Mereka mengandalkan nomor show system.
Itu karena pada tahun 2023, atlet mereka berhasil mendapatkan perak di nomor tersebut.
Meski targetnya tidak terlalu tinggi, tapi Bayu melihat hal tersebut ideal untuk cabor seni bela diri itu. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana