KONI Kota Malang tidak menampik terdapat kekurangan dana di cabor-cabor pada tahun ini.
Sehingga pelaksanaan pra pusat pelatihan kota (Puslatkot) Porprov Jawa Timur 2025 tidak maksimal.
Mereka mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk menangani problem itu.
Ketua Harian KONI Kota Malang Wasto mengatakan, kekurangan dana merupakan masalah yang selalu terjadi setiap tahunnya.
Itu karena, dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Malang tidak pernah bisa memenuhi semua kebutuhan 48 cabor.
”Karena prioritas pemerintah daerah masih ada ke program-program lain,” ujarnya.
Pada tahun 2024 ini, anggaran pra Puslatkot yang tengah didistribusikan oleh KONI Kota Malang sebesar Rp 9 miliar.
Rp 2 miliar untuk operasional dan 7 miliar untuk pembinaan para atlet.
Jumlah itu menurut Wasto tidak bisa menutupi kebutuhan cabor-cabor untuk menjalani pra puslatkot yang sudah dimulai sejak Juli lalu.
Dari catatan wartawan koran ini, terdapat tujuh cabor yang mengeluhkan kurangnya dukungan anggaran untuk menjalani pra Puslatkot.
Karena itu, mereka kesulitan memenuhi perlengkapan latihan.
Cabor-cabor itu juga tidak mampu mengikuti banyak agenda try out karena tidak mempunyai dana yang cukup.
KONI Kota Malang tidak bisa menangani masalah kekurangan dana itu sendiri.
Menurut Wasto, para cabor harus mandiri untuk bisa memenuhi celah anggaran.
Dari jumlah yang mereka butuhkan dan ketersediaan dana dari pemerintah.
”Kami harap cabor-cabor punya kreativitas sendiri untuk mendapatkan uang,” jelasnya.
Menurut Wasto, beberapa cabor-cabor di Kota Malang sudah bisa menggandeng sponsor untuk membiayai kebutuhan mereka.
Ada juga yang mempunyai donatur tetap. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana