PERTANDINGAN Arema FC melawan Dewa United kemarin sudah memanfaatkan teknologi video assistant referee (VAR).
Terpantau, ada sekitar 8 kamera yang terpasang di Stadion Soepriadi.
Kamera itu terletak di bagian tribun barat berjumlah empat, dua di tribun utara dan selatan.
Lalu, satu di tribun sebelah timur bawah dekat LED board.
Posisi tersebut membuat kamera bisa merekam semua kejadian di lapangan.
Alhasil, memudahkan pengadil lapangan untuk meninjau ulang kejadian penting di lapangan.
Di antaranya, situasi gol, potensi penalti, kartu merah langsung, sampai indentitas yang keliru atau wasit keliru memberi sanksi.
Dalam laga kemarin, ruang kontrol VAR terpisah dari Stadion Soepriadi.
Itu karena, tidak ada ruangan khusus untuk memanfaatkan teknologi tersebut.
VAR dikontrol lewat mobil berwujud seperti campervan berwarna putih yang berada di pintu masuk utama stadion terletak di bagian barat.
Di dalam mobil VAR atau VAR Room ada enam unit layar monitor dan beberapa alat komunikasi serta untuk meninjau ulang video.
Di antaranya memperlambat, mempercepat, zoom, melihat beberapa angle.
Wasit yang bertugas di sana tiga orang.
Manajer Operasional Arema FC Sudarmaji menjelaskan, peralatan tersebut belum lama dipasang.
Menurutnya, sekitar dua minggu Stadion Soepriadi mempersiapkan diri untuk pemanfaatan VAR.
“Pemasangan dilakukan tim dari LIB bekerja sama dengan broadcaster,” paparnya.
Pria asal Banyuwangi itu menjabarkan, teknologi itu wajib dijaga dengan sebaik mungkin oleh klub.
Jika terjadi kerusakan, berpotensi membuat klub terkena sanksi denda.
“Angka denda sekitar Rp 2.50 Juta,” paparnya.
Alhasil, dilakukan perlindungan latihan khusus. (gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana