MALANG KOTA- Tantangan Arema FC melawan Persib Bandung Minggu nanti (25/8) bertambah.
Singo Edan tidak sekadar melawan tim sedang on fire. Lucas Frigeri dkk juga dibayangi rekor laga away perdana di kompetisi yang buruk.
Selama lima musim terakhir, Arema FC hanya menang sekali saat menjalani laga tandang pertama di Liga 1.
Empat laga lainnya, berakhir dengan tiga kali kalah dan sekali imbang (selengkapnya baca grafis).
Kondisi itu menjadi kabar kurang bagus.
Alasannya, Singo Edan saat ini tengah membutuhkan kemenangan seusai gagal mendapatkan tiga poin di dua laga beruntun.
Dedik Setiawan cs bermain imbang 0-0 melawan Dewa United. Lalu kalah 0-2 dari Borneo FC.
Tambahan hasil minor di laga pekan ke-3 nanti berpotensi membuat posisi mereka di klasemen semakin turun. Sebagai informasi, Arema FC saat ini berada di posisi 14.
Mereka terpaut satu poin dengan tim-tim zona merah.
Salah satunya, Semen Padang. Kesebelasan berjuluk Kabau Sirah itu berada posisi 16.
Pelatih Arema FC Joel Cornelli menjelaskan, dua pertandingan di Stadion Gelora Soepriadi kemarin menjadi pelajaran penting baginya dan para pemain.
Menurutnya Singo Edan akan mempersiapkan tim lebih maksimal sebelum bertandang ke Stadion Si Jalak Harupat.
”Kami berusaha semakin baik ke depannya,” jelas juru taktik asal Brasil itu. Dia tidak terlalu khawatir dengan status tuan rumah atau tamu.
Menurutnya, elemen tim harus selalu siap berlaga di mana saja.
Alasannya, kompetisi BRI Liga 1 panjang. Jika hanya mengandalkan laga kandang akan menjadi bumerang untuk tim.
Begitu juga sebaliknya. Selain itu, dia merasa bermain away bukan yang baru untuk Johan Ahmat Farizi dkk. Itu karena, sejak dua musim terakhir tidak bermain di rumah sendiri.
”Bermain di Stadion Soepriadi juga terasa away. Karena kandang kami Stadion Kanjuruhan,” ucapnnya.
Baca Juga: LIB Minta Arema FC Perbaiki Lapangan Stadion Soepriadi Blitar
Saat menjadi juara Piala Presiden 2024, dia melihat situasi serupa juga terjadi.
Singo Edan menjalani laga away.
Mulai dari bermain di Bali dan berlanjut di Solo.
Berangkat dari itu, mantan nakhoda Al Riyadh itu berharap tim bisa bermain lepas.
Menurutnya, permainan seperti itu akan sangat membantu. Satu keuntungannya mengurangi tekanan.
”Kami bisa fokus untuk memainkan strategi yang disiapkan,” katanya.
Di tempat terpisah, Charles Lokolingoy juga tidak mempermasalahkan status tuan rumah maupun tamu. Pemain asal Australia itu mengatakan akan fokus untuk mempersiapkan diri.
Lalu memberikan permainan terbaik di setiap laga. ”Pastinya, saya akan melakukan evaluasi permainan di laga lalu (lawan Borneo FC, red),” tuturnya.
Dia mengatakan secara permainan, timnya sudah cukup baik.
Namun ada faktor keberuntungan yang ikut memengaruhi.
Menurutnya, itu merupakan hal yang lumrah bagi sebuah tim. ”Kadang kami bisa menang, kadang juga bisa kalah,” paparnya. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana