MALANG KOTA- Keinginan Joel Cornelli menerapkan skema permainan mengandalkan penguasaan bola pada awal musim belum terwujud.
Satu indikasinya, dalam tiga laga lalu penggawa Arema FC kesulitan mendominasi ball possession.
Mereka selalu kalah dalam aspek itu.
Baik itu saat bermain di kandang dan tandang (selengkapnya baca grafis).
Kondisi itu berakibat, Singo Edan kesulitan mendominasi permainan dan akhirnya gagal mendulang poin maksimal.
Julian Guevara dkk tercatat belum mendapat kemenangan sampai pekan ke-3 BRI Liga 1.
Arema FC menempati posisi 15 di antara klub Liga 1 terkait penguasaan bola.
Berdasar data di website operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB), dalam tiga laga 116 persen.
Tapi, selama waktu itu, Singo Edan mencatatkan 156 umpan sukses.
Belum maksimal terkait penguasaan bola, Joel Cornelli tidak membantah hal tersebut.
Menurutnya, Arema FC masih mempunyai pekerjaan rumah seusai berhasil menahan imbang Persib Bandung beberapa waktu lalu.
”Kami tidak akan menyerah memaksimalkan aspek itu,” paparnya.
Mantan pelatih Al Riyadh itu percaya, penguasaan bola yang maksimal akan memberi keuntungan untuk tim.
Salah satunya, Singo Edan mempunyai kontrol terkait permainan.
Alhasil, lebih mudah mengantisipasi kekuatan lawan dan menciptakan gol.
Dia mencontohkan laga melawan Persib lalu.
Pada waktu itu, kemampuan tim mendapat satu poin karena tim berani mengendalikan permainan dan menguasai bola.
Terlepas dari itu, dia melihat belum maksimal penguasaan bola timnya karena lapangan Stadion Soepriadi belum maksimal.
Karena itu, Singo Edan menggunakan cara lain dalam menekan pertahanan lawan.
Lalu, sempat absennya Julian Guevara dan baru bergabungnya Pablo Oliveira juga memberi pengaruh terhadap aspek itu.
Ke depan untuk memperbaiki aspek itu, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memperbanyak small game.
Menurutnya, lapangan kecil bisa membantu pemain meningkatkan akselerasi dan akurasi pemain dalam melepaskan umpan.
Lebih lanjut, Joel percaya skema permainan tersebut sangat mungkin untuk diterapkan.
Dasar keyakinannya, tim mempunyai pemain punya kemampuan bermain terorganisasi. ”Kami punya penggawa yang bertalenta,” ucapnya.
Di tempat terpisah, pemain Arema FC Charles Lokolingoy menjabarkan kemenangan adalah hal yang paling penting dalam sebuah pertandingan.
”Entah apa itu caranya, yang penting kami bisa mencetak gol dan menang” jelasnya pemain asal Australia.
Dia mengatakan catatan kurang maksimal mereka pada pertandingan sebelumnya memang harus dijadikan pelajaran.
Tetapi dia tidak mau terjebak dengan hal itu.
Dia ingin fokus untuk memperbaiki performa untuk bisa bermain maksimal di setiap pertandingan.
Senada dengan Lokolingoy, Achmad Maulana Syarif melihat tim semakin meningkat.
Saat masih ada kekurangan merupakan hal yang normal.
”Kami mempunyai waktu untuk memperbaiki itu (kekurangan, red).
Tapi, tim akan selalu support,” ucapnya. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana