Jeda panjang kompetisi BRI Liga 1 dimanfaatkan tim pelatih Arema FC untuk memperbaiki sejumlah kekurangan tim.
Salah satunya terkait konsistensi permainan Singo Edan yang belum maksimal.
Sebelumnya, Julian Guevara dkk belum mampu secara penuh mengontrol pertandingan dalam tiga pertandingan BRI Liga 1 lalu.
Pelatih Kepala Arema FC Joel Cornelli menjelaskan, umumnya dalam 90 menit, mereka bermain dominan pada babak tertentu.
Sedangkan babak yang lain mereka kehilangan penguasaan akan pertandingan.
”Saya ingin kami bisa menguasai permainan secara penuh,” ujar mantan pelatih Al-Riyadh itu.
Joel mencontohkan, saat melawan Dewa United pada 12 Agustus lalu.
Pada babak pertama timnya sering kehilangan bola.
Sehingga tim berjuluk Tangsel Warrior itu tampil lebih dominan.
Tapi, pada babak kedua, dia melihat Dalberto Luan Belo dkk mampu menguasai permainan dan mencetak banyak peluang.
“Saat melawan Borneo FC juga kami baru bisa dominan pada babak kedua,” ujarnya.
Sementara saat melawan Persib Bandung pada 25 Agustus lalu, Joel melihat timnya mampu menguasai laga pada babak pertama.
Karena itu, sempat unggul terlebih dahulu.
Sayangnya performa tersebut tidak berlanjut setelah turun minum.
Menurutnya, untuk menciptakan permainan yang konsisten harus memperbaiki semua sektor di tim.
Mulai dari lini pertahanan, tengah, dan juga penyerangan.
Dia melihat butuh permainan yang kompak untuk semua elemen tim tidak kehilangan kontrol permainan.
Demi mewujudkan misi itu, dia akan banyak memberikan menu latihan mini games yang dimodifikasi.
Di mana para pemain dibagi dua tim dengan jumlah yang sama banyak. Namun tidak ada gawang sebagai sasaran akhir.
Para pemain diminta fokus untuk menguasai bola selama mungkin dari hadangan tim lainnya.
”Kami juga melatih passing para pemain agar semakin akurat,” tuturnya.
Menurutnya, passing menjadi aspek penunjang untuk bisa mempunyai kendali terkait permainan.
Aspek lain yang juga akan ditingkatkan adalah fisik.
Bermain dengan penguasaan bola dilihatnya memerlukan daya tahan yang kuat. Karena butuh terus bergerak membuka ruang. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana