RADAR MALANG – Pertandingan sengit antara Timnas Indonesia dan Arab Saudi yang berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah pada Kamis (6/9) kemarin, mengantongi hasil akhir imbang dengan skor 1-1.
Gol yang dicetak oleh Ragnar Oratmangoen lewat skema serangan balik cepat pada menit ke-19 itu sukses unggulkan Indonesia lebih dulu dibandingkan Arab Saudi.
Meskipun terdapat sedikit perdebatan di awal, karena bola yang ditembakkan Ragnar ke arah gawang sempat mengenai tubuh Sandy Walsh, sebelum akhrinya bersarang di gawang Arab Saudi. Namun, dari hasil analisis FIFA, gol tersebut resmi tercatat atas nama Ragnar.
Usai pertandingan, salah satu pemain naturalisasi Indonesia itu banjir pujian. Tak sedikit juga yang ingin mengetahui informasi dan mengenalnya lebih dalam.
Berikut tiga hal menarik tentang Ragnar Oratmangoen:
Baca Juga: Maarten Paes Potensi Debut Bela Timnas Indonesia Bulan Depan
- Seorang diaspora dari orang tua sang ayah
Lahir di Belanda pada 21 Januari 1998, Ragnar merupakan seorang diaspora Indonesia.
Yang mana, kakek dan nenek dari ayahnya berasal dari Fordata, Kepulauan Tanimbar, Maluku.
- Mualaf sejak berusia 15 tahun
Terlahir sebagai umat Kristen, gelandang serang itu menuturkan bahwa setelah beranjak dewasa, ia menemukan jalan ke Islam lewat teman-temannya yang kala itu membawa ia ke masjid dan mengajarinya tentang Tuhan dan agama.
Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk memeluk agama Islam di usianya yang masih remaja.
- Miliki hubungan kekerabatan dengan Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok
Memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada 18 Maret 2024, ternyata Ragnar masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, yaitu Drs. Djauhari Oratmangun.
- Tanda tangani kontrak selama dua tahun
Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk pertandingan Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 pada 7 Maret lalu, Ragnar resmi bergabung dengan Timnas pada 13 Agustus setelah menandatangani kontrak.
Kontrak dengan durasi dua tahun itu akan berakhir pada 30 Juni 2026. (Adentya Nabilah .K)
Editor : Aditya Novrian