MALANG KOTA - Menjalani training camp (TC) di Jepang menjadi pengalaman berharga bagi pemain Arema FC Women Syafia Tristalia Chorlienka.
Itu karena, selama di sana dirinya mendapat kesempatan melawan pemain-pemain bagus.
Situasi itu memberinya wadah untuk bisa mengembangkan kemampuan olah bola.
Sebagai informasi, Lenka merupakan satu dari dua pemain Arema FC Women yang dipanggil Timnas Indonesia Putri. Nama lainnya, Laita Ro’ati Masykuroh yang bermain sebagai kiper.
Keduanya sudah berada di Negeri Samurai sejak 25 September lalu.
Kepada Radar Malang Lenka bercerita, pada pertandingan pertama langsung melawan klub Urawa Reds Ladies, 26 September lalu.
Kesebelasan tersebut merupakan juara Liga Putri Jepang dua tahun terakhir. Alhasil, Lenka dkk menjalani laga berat yang berakhir dengan kekalahan 1-18.
”Tapi saya tidak merasa terpuruk dengan hasil itu,” jelas Lenka. Menurutnya, di balik hasil negatif ada banyak sisi positif yang bisa dipetik.
Di antaranya, pemain berusia 14 tahun itu bisa belajar permainan pemain putri Jepang yang jauh lebih bagus.
Mulai dari aspek tactical sampai teknik. ”Mereka mainnya sudah satu-dua sentuhan. Dari kaki ke kaki,” tutur dara asal Karangploso itu.
Menurutnya, pemain Jepang sangat rapi dalam transisi permainan. Mereka sangat cepat mencari ruang untuk membangun serangan.
Menurutnya, kelebihan pemain Jepang itu tidak ada di Timnas Indonesia. Karena itu, dia bertekad memperbaiki kualitas permainannya.
Tujuannya, bisa memberikan kontribusi positif bagi skuad Garuda Pertiwi ke depan. ”Tidak bisa dipungkiri, mereka punya liga, sedangkan kami tidak,” ujar dia.
Menurutnya, ketiadaan kompetisi putri di tanah air membuat wadah pengembangan pemain tidak berjalan dengan maksimal.
Selama TC di Jepang, dia dibentuk menjadi lebih disiplin. Pekan lalu, selain uji coba resmi melawan Urawa Reds Ladies, Garuda Pertiwi menjalani dua pertandingan.
Ke depan, tim merah putih masih harus melakoni 10 pertandingan lagi selama pemusatan latihan. (tio/gp)
Editor : Aditya Novrian