KABUPATEN - Musim perdana Thales Lira dan Lucas Frigeri bersama Arema FC berjalan positif.
Kedua pemain anyar asal Brasil itu langsung menjadi pilihan utama tim pelatih Singo Edan dalam mengarungi BRI Liga 1.
Frigeri dan Thales tercatat selalu tampil penuh dalam tujuh pertandingan awal kompetisi. Mereka total menorehkan 630 menit.
Durasi bermain itu menjadi yang tertinggi di antara 27 penggawa Singo Edan.
Bahkan unggul dari pemain-pemain lama di tim. Seperti Dendi Santoso, Johan Ahmat Farizi, Arkhan Fikri, Dedik Setiawan, sampai Charles Lokolingoy.
Selama bermain, keduanya membantu Arema FC mendapat dua kemenangan dan tiga kali hasil imbang.
Lalu, mengubah statistik pertahanan Singo Edan menjadi lebih baik dibandingkan musim lalu. Di mana saat ini kemasukan 7 gol dan torehkan dua nirbobol.
Musim lalu, dalam tujuh laga awal tanpa clean sheet serta kebobolan 18 gol.
Lantas, apa yang membuat kedua pemain tersebut selalu menjadi pilihan utama?
Pelatih Kepala Arema FC Joel Cornelli menjelaskan, ada dua faktor menjadi penyebab Frigeri dan Thales dipercaya tampil. ”Kami (tim pelatih, red) melihat performa dan kondisi mereka yang selalu bagus,” paparnya.
Menurutnya, aspek itu menjadi penting untuk penggawa yang tampil.
Alasannya menjadi faktor penunjang utama untuk para pemain menunjukkan performa terbaik.
Dia butuh pemain dalam kondisi bagus supaya strategi yang disiapkan berjalan maksimal.
Berangkat dari itu, dia memastikan tidak pemain yang menjadi anak emas di tim. Joel menjabarkan, semua punya kesempatan bermain sama saat memenuhi persyaratan itu.
Yang menjadi pembeda adalah kebutuhan strategi di lapangan. Contohnya adalah saat melawan PSIS Semarang lalu.
Joel mengubah komposisi strating eleven dibandingkan pada waktu melawan PSS Sleman. ”Saya berharap semua pemain terus bekerja keras, karena tenaga mereka dibutuhkan tim untuk mendapat hasil maksimal,” paparnya.
Di tempat terpisah, Thales Lira merasa senang dengan kepercayaan yang diberikan tim pelatih kepada dirinya. ”Karena sebagai pemain harus siap ketika diminta pelatih untuk bermain,” paparnya.
Dia bangga bisa membantu Singo Edan dalam tujuh laga lalu.
Thales bercerita, mempertahankan performa konsisten dalam tujuh laga beruntun dan bermain 90 menit bukan perkara mudah.
Itu karena, durasi waktu itu cukup menguras fisik. Cara dia menyiasati situasi adalah dengan melakukan latihan tambahan di gym.
Senada dengan Thales, Frigeri melihat kepercayaan diberikan pelatih kepadanya menjadi hal spesial.
Menurutnya, sejak hari pertama gabung tim selalu ingin berjuang untuk Singo Edan. ”Saya selalu siap memberi terbaik untuk tim ini,” ucapnya.
Mantan kiper Madura United tidak merasa kesulitan selalu tampil selama 90 menit dalam 7 laga beruntun.
Dia tidak merasa tertekan. Karena tim pelatih selalu menyiapkan dirinya dengan maksimal. Baik aspek fisik dan teknis. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana