Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Thalia Marvelina Tanzil Atlet Wushu Kota Batu, Koleksi Puluhan Medali, Tiga Kali Turun di Ajang World Junior Wushu Championship

Bayu Mulya Putra • Jumat, 4 Oktober 2024 | 22:30 WIB

 

MEMBANGGAKAN: Thalia Marvelina Tanzil berfoto dengan medali dan bendera Indonesia setelah tampil gemilang di World Junior Wushu Championship 2024, 29 September lalu.
MEMBANGGAKAN: Thalia Marvelina Tanzil berfoto dengan medali dan bendera Indonesia setelah tampil gemilang di World Junior Wushu Championship 2024, 29 September lalu.

Setelah izin beberapa hari, awal bulan ini Thalia Marvelina Tanzil kembali masuk sekolah.

Sebelumnya, siswi kelas XI SMA Nation Star Academy, Surabaya itu harus mengikuti pemusatan latihan bersama timnas wushu.

Itu harus diikuti dia sebelum tampil dalam ajang World Junior Wushu Championship 2024 di Brunei Darussalam, 26 sampai 29 September lalu.

Thalia berhasil meraih tiga medali di kejuaraan wushu junior paling bergengsi di dunia itu.

Terdiri dari satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.

Prestasi di ajang World Junior Wushu Championship 2024 itu menambah puluhan gelar juara yang pernah diraih atlet asal Kota Batu itu.

Perkenalan dara berusia 16 tahun itu dengan wushu terjadi saat usianya masih empat tahun Thalia dimasukkan ke sebuah sasana wushu oleh ayahnya, Wenas Liogo Tansil.

Alasannya, Wenas ingin anak perempuannya itu bisa meneruskan kiprahnya sebagai atlet wushu.

Namun, karena usianya yang masih sangat kecil, Thalia merasa keberatan.

Dia tidak suka berlatih seni bela diri asal Tiongkok itu.

”Pada awalnya, saya selalu sedih ketika berangkat latihan,” ujar sulung dari tiga bersaudara itu.

Meski begitu, Thalia tetap mengikuti keinginan orang tuanya.

Setelah dua tahun rutin berlatih, Thalia bisa meraih prestasinya pertamanya.

Yakni pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Jawa Timur 2014.

Sensasi naik ke podium dan mendapat medali begitu berkesan baginya.

”Ternyata saya sangat suka rasanya menjadi juara,” ujar dara kelahiran 2008 itu.

Prestasi itu membawa perubahan bagi Thalia.

Dia yang awalnya terpaksa mengikuti latihan, akhirnya begitu bersemangat.

Dalam sepekan, Thalia hanya libur sehari untuk berlatih.

Enam hari lainnya dia maksimalkan untuk berlatih.

”Setelah pulang sekolah, saya hanya istirahat dua jam. Lalu mulai latihan sampai jam tujuh malam,” imbuh Thalia.

Berkat kerja kerasnya, Thalia mulai mengoleksi gelar juara di cabang olahraga (cabor) wushu.

Mulai dari event seperti Kejurprov, Kejuaraan Nasional (Kejurnas), dan berbagai turnamen terbuka. ”Kalau ditotal sudah lebih dari 40 medali dan piala,” kata dia.

Berkat prestasi yang mentereng, Thalia terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang World Junior Wushu Championship 2018.

Saat itu, usianya masih 10 tahun.

Namun, dia berhasil membawa pulang satu medali perunggu dari Brasil.

Thalia kembali mengikuti World Junior Wushu Championship dua tahun setelahnya.

Dalam event yang berlangsung di Kota Tangerang itu, dia berhasil menukar medali perunggu dengan medali emas.

Nama Thalia kemudian mulai dikenal pegiat wushu internasional.

Itu karena dia sangat lihai ketika turun di nomor taulo senjata.

Setelah mampu mendapatkan medali emas di ajang tersebut, Thalia masih belum puas.

Akhirnya, pada bulan Juli lalu dia kembali mengikuti seleksi tim nasional Indonesia untuk World Junior Wushu Championship 2024.

Setelah dikabarkan lolos, Thalia ikut menjalani pemusatan latihan pada bulan Agustus.

Proses persiapannya tak selalu berjalan mulus.

Thalia sempat mengalami cedera.

Di antaranya cedera engkel dan hamstring.

”Untuk engkel pulihnya cepat karena sudah pernah,” jelas dia.

Sementara untuk cedera hamstring, pemulihannya membutuhkan waktu yang lebih lama.

Saat berangkat ke Brunei Darussalam, 26 September lalu, Thalia masih berkutat dengan problem itu.

Dia menjalani terapi untuk bisa pulih. Namun, sampai waktu tampil, cedera hamstring-nya belum sembuh sepenuhnya.

”Masih terasa, tapi tidak terlalu parah,” ungkapnya.

Meski begitu, Thalia berhasil memukau puluhan pasang mata di Hasanal Bolkiah National Sports Complex.

Dia mampu menampilkan rangkaian gerakan pukulan, tendangan, dan lompatan yang mengalir.

Selain itu, dia juga mahir memainkan pedang dan tongkat.

Hasilnya, Thalia mampu memperoleh nilai tertinggi di nomor Nan Gun.

Dia mendominasi 12 peserta lainnya.

Termasuk dari negara-negara yang menjadi pesaing berat seperti Tiongkok, Malaysia, dan Macau.

Selain itu, Thalia juga mendapatkan medali di dua nomor lainnya.

Di antaranya medali perak nomor Nan Dao. Lalu medali perunggu di nomor Nan Quan.

”Saya sangat senang bisa mengharumkan nama Indonesia lagi,” ujar Thalia.

Setelah pulang dari Brunei Darussalam, Thalia langsung mempersiapkan diri untuk mengikuti Kejuaraan Wushu Asia tahun depan.

Selain itu, dia juga harus bersiap untuk mewakili Kota Batu di Porprov Jawa Timur 2025 mendatang.

Tuntutan menjadi atlet membuat Thalia tidak mempunyai waktu luang lebih banyak seperti remaja seusianya.

Kadang, rasa lelah dari rutinitas latihan juga menghampirinya.

”Tapi saya selalu ingat bagaimana orang tua begitu bangga ketika saya menjadi juara,” ungkap dia.

Itu menjadi motivasi terbesarnya sampai saat ini.

Menjadi atlet nasional di tingkat senior menjadi impian Thalia selanjutnya.

Dia ingin berkompetisi di ajang-ajang bergengsi seperti PON dan SEA Games.

”Perjalanan saya masih panjang, jadi harus fokus dengan apa yang ada di depan mata,” tuturnya. (*/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kota Batu #Thalia Marvelina Tanzil #World Junior Wushu Championship