CABOR paralayang Kota Malang masih kesulitan untuk mendapatkan atlet.
Itu akibat, biaya yang tidak murah untuk menjadi atlet di olahraga tersebut.
Mulai dari biaya peralatan sampai operasional.
Pelatih Paralayang Kota Malang Samsul Hadi mengatakan, untuk menghadapi Porprov Jawa Timur 2025, mereka masih mencari atlet.
Di mana, untuk menggenapi komposisi lima atlet.
Tujuannya, untuk turun dalam semua nomor yang dipertandingkan dalam Porprov Jatim.
”Tapi kami masih kesulitan untuk menemukan atletnya,” jelas dia.
Itu karena, masyarakat Kota Malang yang tertarik dengan olahraga paralayang tidak banyak.
Menurutnya, untuk biaya pendidikan mendapatkan sertifikasi izin terbang minimal memakan biaya Rp 10 juta.
Belum lagi pembelian alat seperti parasut. Harganya berada di kisaran Rp 1030 juta.
Berangkat dari masalah tersebut, paralayang Kota Malang tidak bisa melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.
Itu karena untuk mencoba olahraga tersebut, harus mengeluarkan biaya yang besar.
Karena itu, selama ini mereka mengandalkan informasi dari mulut ke mulut untuk mendapat atlet.
Meski begitu, paralayang Kota Malang masih tidak terlalu kesulitan untuk mengikuti Porprov Jatim dua tahun ke depan.
Itu karena, atlet yang mereka miliki sekarang masih banyak usia muda.
”Tapi atlet-atlet itu pada akhirnya akan melewati batas umur juga. Jadi mau tidak mau regenerasi harus dipersiapkan,” jelas dia. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana