Radar Malang - Timnas Indonesia harus menerima kekalahan dari China dengan skor 2-1 dalam laga yang berlangsung Selasa (15/10/2024).
Keputusan pelatih Shin Tae-yong (STY) dalam merombak susunan pemain, terutama memasukkan Asnawi Mangkualam sebagai kapten, menjadi sorotan utama.
Pergantian ini terbukti tidak berhasil, dan beberapa pihak mulai mempertanyakan bahwasannya Asnawi, tampak kesulitan menjaga stabilitas lini pertahanan dimana sisi kanan Indonesia menjadi target serangan tim China.
Baca Juga: Persiapan Matang Timnas Indonesia Jelang Pertandingan Melawan China di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Meskipun mendominasi statistik penguasaan bola di babak pertama dengan 74%, Timnas Indonesia harus menerima kekalahan 0-2 dari China.
Data statistik dari babak pertama ini menunjukkan Indonesia unggul dalam hampir semua aspek, namun kenyataannya hasil di lapangan berkata lain.
Indonesia berhasil mencatatkan 304 operan dengan akurasi 81%, jauh lebih baik dibandingkan China yang hanya memiliki 103 operan dan akurasi 52%.
Tim Garuda juga unggul dalam hal jumlah tembakan ke gawang (5) dan tendangan sudut (2), yang menunjukkan permainan menyerang mereka cukup menjanjikan.
Namun, meski dominasi ini terlihat dari hasil sementara, Indonesia gagal memanfaatkannya menjadi gol.
Dua gol China di babak pertama justru menjadi bukti bahwa penguasaan bola dan statistik permainan tidak menjamin kemenangan.
Salah satu faktor kunci kekalahan adalah lemahnya pertahanan di sisi yang dikawal oleh Asnawi Mangkualam, yang berkali-kali ditembus oleh serangan dari China.
Asnawi yang kembali mengenakan ban kapten, tampak kesulitan dalam menjaga sisi kanan pertahanan.
Berkali-kali, ia gagal menggiring bola dengan baik, dan umpannya pun tidak tepat sasaran.
Kombinasi lemahnya permainan Witan Sulaeman di lini depan dan Shayne Pattynama di pertahanan kiri membuat tekanan kepada China tidak cukup efektif.
Kendati Indonesia memiliki peluang lebih baik secara statistik, China mampu lebih efektif dalam memanfaatkan celah di pertahanan Indonesia dan mencetak gol.
Kekalahan ini menunjukkan bahwa penguasaan bola dan statistik tidak selalu menjadi faktor penentu kemenangan dalam sepak bola. (Salma Audrie)
Editor : Aditya Novrian