RADAR MALANG - Asosiasi Sepak Bola Bahrain (BFA) mengajukan permintaan resmi kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk memindahkan venue pertandingan melawan Timnas Indonesia.
Mereka meminta laga dilangsungkan di lokasi netral demi keselamatan para pemain Bahrain.
Pertandingan tersebut merupakan leg kedua dari pertandingan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang semula dijadwalkan di Stadion Gelora Bung Karno pada 25 Maret 2025.
“Asosiasi sedang dalam proses menyampaikan laporan kepada FIFA dan AFC terkait perilaku tidak terpuji yang dialami Asosiasi Bahrain, termasuk ancaman, kata-kata hinaan, dan pencemaran nama baik yang dapat membahayakan keselamatan anggota Timnas saat menghadapi Timnas Indonesia di laga tandang di Jakarta." bunyi pernyataan resmi di akun instagram Asosiasi Sepak Bola Bahrain.
“Asosiasi akan mengajukan permohonan pemindahan pertandingan dari Indonesia demi menjaga keselamatan timnas, karena hal ini menjadi prioritas utama, apalagi FIFA dan AFC sangat mementingkan keselamatan tim peserta kompetisinya.” tegas federasi tersebut.
Permintaan ini muncul setelah pertandingan kontroversi antara kedua tim pada 13 Oktober 2023 lalu, yang berakhir imbang, 2-2.
Indonesia sempat memimpin pertandingan 2-1 sebelum Bahrain akhirnya berhasil membobol gawang pada menit 90’ + 3’.
Kejadian ini sekilas mengingatkan pada kasus serupa, di mana AFC mendiskualifikasi Mohun Bagan dari AFC Champions League 2 karena menolak bertanding di Iran.
Klub asal India tersebut mengkhawatirkan keselamatan para pemainnya mengingat situasi geopolitik terkini di kawasan tersebut.
Terlepas dari permintaan BFA, perlu diingat bahwa pertandingan kandang memberikan keuntungan bagi setiap tim nasional.
Timnas Indonesia tentunya berharap dapat mempertahankan keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Terutama mengingat pertemuan sebelumnya telah dilangsungkan di Bahrain National Stadium. (Mahija)
Editor : Aditya Novrian