MALANG KOTA- Kemenangan Arema FC melawan Malut United, 19 Oktober lalu, harus dibayar mahal.
Itu menyusul, kapten tim Singo Edan Johan Ahmat Farizi mengalami problem kaki.
Pemain berusia 33 tahun itu bermasalah di bagian hamstring.
Perlu diketahui, saat melawan Malut United Jhon Alfarizi tidak tampil penuh.
Dia ditarik keluar pada menit 83 digantikan Bayu Setiawan seusai mengeluh ada rasa tidak nyaman di bagian kakinya.
Sebelumnya, pemain jebolan Akademi Arema itu beradu sprint dengan winger Malut United, Rifal Lastori.
Fisioterapi Arema FC Reta Arroyan menjelaskan, problem hamstring Jhon akibat otot bagian pahanya tertarik.
”Saat tenaganya sudah mulai terkuras pada menit-menit akhir laga, dia (Jhon, red) paksakan untuk adu sprint demi menghalau serangan lawan,” paparnya kepada Radar Malang.
Karena itu, menjadi hal normal saat mantan pemain Persija Jakarta itu alami masalah di bagian paha.
Meski begitu, Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu memastikan problem kaki Jhon tidak masuk kategori parah.
Dia hanya butuh waktu beberapa hari untuk menjalani pemulihan.
“Dia butuh menepi tiga sampai empat hari,” ucapnya.
Namun, tidak menutup kemungkinan pulih lebih cepat.
Karena itu, masih ada peluang untuk pemain identik dengan nomor punggung 87 itu tampil saat melawan Persija Jakarta nanti.
Seperti diketahui, laga tersebut akan digelar pada Sabtu mendatang (26/10) di Stadion Soepriadi, Blitar.
Reta menjabarkan, proses pemulihan Jhon bakal menggunakan sejumlah treatment.
Mulai memberi waktu recovery, penguatan otot, sampai dilakukan massage.
Menurutnya yang paling terpenting tidak melakukan aktivitas yang membebani otot terlebih dahulu.
”Memang harus istirahat terlebih dulu untuk sementara,” katanya.
Menurutnya, saat dipaksa untuk kembali berlatih mempunyai risiko.
Itu menyusul, hamstring merupakan otot penting untuk menunjang aktivitas sepak bola pemain.
Mulai dari berlari sampai menendang bola.
Nanti kondisi Jhon akan terus dipantau tim pelatih dan medis tim.
Tujuannya, untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana