KONTINGEN Kota Malang sangat serius mempersiapkan diri menghadapi Porprov Jawa Timur 2025 mendatang.
Mulai dari 1822 Oktober lalu di Stadion Gajayana, mereka menggelar tes fisik.
Tercatat, 55 cabor dan 959 atlet proyeksi Porprov Jatim IX ambil bagian dalam kegiatan itu.
Ketua Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Olahraga KONI Kota Malang Winarno mengatakan, terdapat enam aspek yang mereka ukur pada tes fisik tersebut.
Di antaranya kekuatan, kecepatan, kebugaran jasmani, kelincahan, keseimbangan, dan daya tahan.
Masing masing aspek diukur melalui beberapa item tes.
Dia mencontohkan, untuk latihan kekuatan, dilakukan tes push-up dan sit-up.
Lalu untuk mengukur kecepatan dilangsungkan tes lari sprint dan kecepatan reaksi.
”Rata rata setiap cabor mengikuti delapan menu tes,” ujar pria berusia 55 tahun itu.
Menurutnya, para atlet tidak menjalani semua program tes.
Di mana, disesuaikan dengan kebutuhan cabor.
Hasil tes atlet akan dicatat para petugas yang berasal dari Universitas Negeri Malang.
Data tersebut akan dimasukkan ke dalam software untuk dianalisis.
Seusai itu, akan muncul laporan mengenai kondisi fisik para atlet.
Winarno mengatakan, laporan tersebut akan diberikan kepada masing masing cabor.
Diwajibkan menjadi bahan evaluasi dan melihat kekurangan atletnya dalam aspek fisik.
”Setelah tes ini, akan ada pengecekan berkala setiap pekan mengenai perkembangan fisik atlet,” jelas guru besar UM itu.
Dia mengatakan, pemantauan itu akan berlangsung sampai awal tahun depan.
Selanjutnya, mereka akan kembali melakukan tes fisik yang sama dengan saat ini.
Selain tes fisik, KONI Kota Malang akan menyelenggarakan tes untuk melihat kondisi kesehatan para atlet.
Mulai dari jumlah lemak, kadar air, sampai suhu tubuhnya akan diukur.
Baginya, persiapan tidak sekadar fokus aspek teknis.
Tapi, perlu diperhatikan fisik dan kesehatan atlet. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana